• Home
  • About us
  • SMP
  • SMA
    • Alumni
  • Rekrutmen
  • Prestasi
    • Profil Guru Berprestasi
    • Profil Siswa Berprestasi
    • Kolom Guru
  • Contact us
  • Pustaka
  • PPDB
  • News
    • Galery
    • Tabloid
ICBS
  • Home
  • About us
  • SMP
  • SMA
    • Alumni
  • Rekrutmen
  • Prestasi
    • Profil Guru Berprestasi
    • Profil Siswa Berprestasi
    • Kolom Guru
  • Contact us
  • Pustaka
  • PPDB
  • News
    • Galery
    • Tabloid

Prestasi Siswa

Home » Prestasi Gemilang di PAI FAIR 2025: Dua Santri ICBS Raih Juara 2 Nasional

Prestasi Gemilang di PAI FAIR 2025: Dua Santri ICBS Raih Juara 2 Nasional

  • Posted by Randi Akbar Fattah, S.Pd
  • Date 10 December, 2025

    Jakarta—Suasana Mercure Convention Center, Ancol, sore itu menjadi saksi bagaimana nama ICBS kembali berkibar di panggung nasional. Dari ratusan peserta yang datang dari berbagai provinsi, dua santri SMP IT ICBS Payakumbuh berhasil meraih posisi bergengsi sebagai Juara 2 Nasional dalam ajang PAI FAIR 2025. Mereka adalah Sarah Intania Handaini, finalis Olimpiade PAI, dan Muhammad Rafif Rizal, finalis Video Kreatif—keduanya membawa pulang kebanggaan besar bagi Sumatera Barat dan keluarga besar ICBS.

Foto bersama Pimpinan ICBS, Ustadz Roni Patihan, Lc., pada saat pelepasan di Kantor Walikota Payakumbuh

    Prestasi ini tidak lahir secara instan. Sejak awal, pembinaan di ICBS berjalan menyeluruh—menggabungkan kesungguhan santri, pendampingan guru, serta dukungan lembaga yang tidak pernah putus. Meski kompetisi nasional dikenal berat, kedua santri tersebut tampil menunjukkan bahwa persiapan yang matang dan mental yang kuat mampu membuka peluang besar.

    Bagi Sarah, pencapaian ini menghadirkan rasa syukur sekaligus keheranan. Ia tidak menyangka bisa menembus dua besar nasional di antara 33 peserta lainnya. Tantangan paling signifikan muncul ketika panitia nasional memberikan soal essay tulis tangan, jenis soal yang tidak pernah muncul pada seleksi kota maupun provinsi. Dengan waktu 30 menit, ia menulis dua halaman folio penuh mengenai tema “Bermasyarakat,” sebuah pilihan yang ia anggap penting karena manusia sebagai makhluk sosial saling membutuhkan. Bimbingan yang ia terima dari Ustadz Veldi, Ustadzah Ismarni, hingga latihan intens bersama Ustadzah Tiara, membuatnya tampil lebih siap pada titik krusial tersebut.

    Berbeda dengan jalur akademik Sarah, perjalanan Rafif di cabang Video Kreatif menawarkan cerita yang tak kalah mengesankan. Ia mengaku kaget ketika namanya diumumkan sebagai finalis nasional, terutama karena ia merasa pesertanya mayoritas perempuan dan tampil dengan konsep yang lebih teknis dan semua pesertanya menggunakan slide PPT. Namun rasa kaget itu sama sekali tidak mengurangi kepercayaan dirinya. Justru, menurut pembimbingnya, Ustadzah Latifa Khairani, S.Pd., Rafif memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dan keberanian untuk mencoba hal baru. Dua modal besar yang sangat membantunya selama proses pembinaan.

Foto ananda Sarah bersama Ustadzah Latifa (kiri foto) dan Ustadzah Tiara (kanan foto)

    Sejak juknis lomba keluar, Rafif bersama Ustadzah Latifa menyusun script dan storyboard selama dua hari penuh sebelum melakukan proses syuting seharian dari pagi hingga hampir magrib. Tantangan terbesar justru muncul saat tiba di Jakarta, ketika ia baru mengetahui adanya sesi presentasi dan tanya jawab langsung di depan juri. Alih-alih panik, Rafif memilih menghafal materi dalam waktu singkat dan mengeksekusinya dengan tenang—sebuah sikap yang menunjukkan kedewasaan mental seorang peserta pemula. Ustadzah Latifa menyebut bahwa kegigihan dan rasa ingin tahu Rafif menjadi faktor penting yang membuatnya mampu menampilkan karya yang kuat dan berkarakter hingga akhirnya meraih posisi kedua nasional.

    Dukungan ICBS dalam perjalanan ini juga sangat besar, bahkan ketika tidak terlihat di permukaan. Mulai dari penyediaan perlengkapan dan ruang produksi, pendampingan pembimbing, hingga pembiayaan perjalanan Payakumbuh–Padang–Jakarta, semuanya diupayakan agar para santri dapat fokus sepenuhnya pada perlombaan. Rafif sendiri mengakui bahwa banyak hal teknis telah diurus oleh sekolah, sehingga ia dapat berkonsentrasi pada proses kreatifnya tanpa hambatan.

    Untuk cabang Olimpiade PAI, peran Ustadzah Tiara sangat menonjol dalam membimbing Sarah. Beliau menyebut pengalaman ini sebagai salah satu momen yang membanggakan karena menjadi amanah pertama yang ia emban dan langsung menghasilkan prestasi nasional. Ia melihat Sarah sebagai santri yang aktif, cepat menangkap materi, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi—karakter yang membuatnya mudah diarahkan dalam proses pembelajaran.

    Sementara itu, Ustadz Syafri Salmi, S.Pd.I., Gr., pembimbing yang mendampingi para finalis selama di Jakarta, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas capaian ini. Menurutnya, keberhasilan para santri lahir dari latihan yang konsisten, dukungan banyak pihak, serta semangat belajar yang tidak pernah padam. Ia melihat langsung bagaimana usaha mereka dari tahap awal hingga babak penentuan benar-benar membuahkan hasil.

    Kepala SMP IT ICBS Payakumbuh, Dr. Vikri Rahmaddani, S.Sos., M.A., turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru, pembimbing, dan pimpinan yang telah membina para santri dengan penuh dedikasi. Baginya, prestasi nasional ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan di ICBS memberikan dampak nyata dan perlu terus diperkuat. Ia menutup pesannya dengan kalimat yang menjadi pengingat bagi seluruh civitas: “Ketika kita jatuh, bangkitlah dengan berinovasi. Ketika kita berhasil, jangan lupa bersyukur dengan kerendahan hati.”

    Prestasi nasional yang diraih Sarah dan Rafif mencerminkan bagaimana ICBS terus berjalan sesuai visinya: terwujudnya generasi yang cerdas, islami, mandiri, dan berprestasi.
Kecerdasan mereka tampak dari kemampuan analisis dan kreativitas; nilai Islam hadir dalam sikap belajar, adab, dan kedisiplinan; kemandirian lahir dari kemampuan mengatur waktu dan menghadapi tantangan spontan; dan prestasi ini menjadi bukti nyata dari perpaduan seluruh nilai tersebut.

    Menutup perjalanan mereka tahun ini, Rafif menyampaikan harapan untuk bisa kembali mengikuti lomba di tahun depan, menargetkan juara pertama, dan mencoba cabang kompetisi lain termasuk MSQ. Sarah pun berharap pengalaman nasional ini menjadi pijakan untuk melangkah lebih matang pada jenjang SMA. Keduanya pulang membawa bukan hanya medali, tetapi sebuah inspirasi bahwa kesempatan besar selalu terbuka bagi mereka yang mau berusaha dan berani mencoba.

Tag:#BelajarBersama, #BoardingSchool, #BoardingSchoolIndonesia, #CintaIlmu, #GenerasiCendekia, #ICBSPAYAKUMBUH #ICBS #insancendekia #MFQNasional #SantriICBSBerprestasi #insancendikiaboardingschool #insancendekiaboardingschoolpayakumbuh #IslamicBoardingSchool, guru, ICBS, juara, payakumbuh, prestasi

  • Share:
author avatar
Randi Akbar Fattah, S.Pd

Tim Redaksi

Previous post

Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh Salurkan Misi Kemanusiaan ke Jorong Kampuang Tangah, Nagari Salareh Aie Timur, Kecamatan Palambayan, Kabupaten Agam
10 December, 2025

Next post

RASA MALAS ITU UJIAN, BUKAN ALASAN!
16 December, 2025

You may also like

icbs
PRESTASI MENDUNIA: DARI ICBS MENUJU HUNGARIA!
8 January, 2026
peci
ALHAMDULILLAH, SMP IT ICBS JUARA 1 LCT PSB XXII UNAND TINGKAT NASIONAL
3 January, 2026
IMG-20251222-WA0039
Santri Komplek ICBS Global Bangun Atmosfer Bahasa dan Kreativitas Lewat Galafest dan Glosphere
22 December, 2025
Insan Cendekia Boarding School
JL. RA. Kartini Padang Kaduduk Kel. Tigo Koto Diate Kec. Payakumbuh Utara – Sumatera Barat.
    (+62)811 6699 102

    info@icbs.sch.id 

LINKS

Tentang Kami
Find us
PPDB
Achievement
Alumni

FIND US

INSAN CENDEKIA BOARDING SCHOOL PAYAKUMBUH

© 2026 YAYASAN INSAN CENDEKIA  –  ICBS PAYAKUMBUH


Home

Calendar

Blog

Gallery

Address