Quran Islamic and Language Festival: Ikhtiar ICBS Harau Menemukan dan Membina Bibit Prestasi Santri

Komplek Harau Insan Cendekia Boarding School (ICBS) kembali menghadirkan suasana yang berbeda pada pelaksanaan class meeting semester ganjil tahun ini. Selama kurang lebih delapan hari, aktivitas santri pasca ujian diarahkan pada kegiatan yang sarat nilai pembinaan melalui Language Festival (Lafest), MTQ di komplek Putri, dan Qur’an Islamic Festival (QIF) di komplek Putra. Ketiga agenda ini menjadi ruang aktualisasi santri dalam bidang Al-Qur’an, bahasa, dan kepemimpinan, sekaligus bagian dari strategi ICBS Harau dalam menyiapkan generasi berprestasi.

Pimpinan Komplek Harau, Ustadz H. Ihsan Ahmad, Lc., MA, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang agar santri tetap produktif sekaligus terarah. Di Harau Putra, kegiatan dikemas dalam QIF dan Lafest, sementara di Harau Putri dilaksanakan MTQ Putri yang terintegrasi dengan Lafest. Meski berbeda nama dan teknis pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan memiliki tujuan yang sama, yakni mencari dan membina bibit-bibit terbaik santri yang nantinya disiapkan untuk mengikuti ajang perlombaan di tingkat yang lebih tinggi, baik provinsi, nasional, bahkan internasional. Upaya ini, menurutnya, telah menunjukkan hasil nyata, salah satunya dengan keterlibatan santri ICBS pada kompetisi debat bahasa Inggris tingkat nasional di Sulawesi Selatan.
Antusiasme santri menjadi salah satu potret paling kuat sepanjang kegiatan berlangsung. Seluruh peserta merupakan santri ICBS, namun mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman latar belakang tersebut justru menjadi kekuatan utama Lafest dan MTQ, ketika santri menampilkan identitas daerah masing-masing melalui bahasa, budaya, dan ekspresi kreativitas. Aula dan area kegiatan dipenuhi semangat berkompetisi yang sehat, bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menikmati proses belajar dan berproses bersama.
Lebih dari sekadar lomba, Lafest, MTQ Putri, dan QIF Putra menjadi wahana pembelajaran organisasi bagi santri. Mereka dilibatkan langsung sebagai ketua pelaksana, panitia teknis, asisten dewan juri, hingga pembina bagi adik kelas. Dalam proses ini, santri belajar mengelola kegiatan, bekerja sama, mengambil tanggung jawab, serta mengasah kepemimpinan. Baik santri senior maupun junior mendapatkan ruang yang sama untuk tumbuh dan mengembangkan potensi diri.

Di Harau Putri, pelaksanaan MTQ Putri dan Lafest digarap dengan perencanaan yang matang dan penuh kreativitas. Ustadzah Alma Nurfadila, Lc., selaku penanggung jawab kegiatan putri, menuturkan bahwa MTQ yang selama ini rutin digelar dikembangkan dengan menggabungkan unsur Lafest agar cakupan pembinaan santri semakin luas. Dengan total 27 cabang lomba, kegiatan ini menjadi ajang seleksi bakat yang strategis, sehingga ICBS memiliki basis data santri potensial yang siap diutus ke MTQ tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu rangkaian Lafest yang paling menyita perhatian adalah Stand Konsulat. Santri dibagi sesuai dengan asal daerah. Masing-masing konsulat menampilkan kekhasan daerah melalui busana adat, sajian makanan tradisional, serta desain stand yang dikerjakan dengan penuh kesungguhan. Gapura-gapura berdiri megah dengan sentuhan budaya lokal dan ornamen khas daerah. Penilaian yang dilakukan langsung oleh pimpinan menjadikan kegiatan ini semakin bergengsi dan bermakna.
Sejak pembukaan, suasana kegiatan sudah terasa semarak. Aula utama dipenuhi warna-warni pakaian adat, menciptakan pemandangan budaya yang kaya dan beragam. Santri saling mengunjungi stand konsulat, berdialog, dan belajar mengenal daerah lain melalui interaksi langsung. Antusiasme ini terus terjaga hingga hari terakhir, ketika santri mencurahkan usaha terbaik mereka demi menampilkan karya dan identitas konsulat masing-masing.
Momentum Lafest, MTQ Putri, dan QIF Putra menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan menjelang santri kembali ke keluarga. Santri pulang membawa pengalaman berharga, cerita tentang kebersamaan, perjuangan, dan pencapaian yang mereka raih selama kegiatan. Kegiatan ini menjadi penutup yang hangat sebelum santri memasuki masa jeda berikutnya.
Pada akhirnya, Lafest, MTQ Putri, dan QIF Putra bukan hanya agenda tahunan atau sekadar pengisi waktu. Ia merupakan bagian dari ikhtiar sistematis ICBS Harau dalam membentuk santri yang berani tampil, siap bersaing, dan matang secara mental serta spiritual. Seluruh proses ini sejalan dengan visi besar ICBS, yakni Terwujudnya Generasi yang Cerdas, Islami, Mandiri, dan Berprestasi, yang terus diupayakan melalui pembinaan nyata di setiap lini pendidikan.
