Empat Lembaga Pendidikan Asal Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Barat Lakukan Studi Tiru ke ICBS Sepanjang Mei 2026

HARAU — Insan Cendekia Boarding School kembali menerima kunjungan studi tiru dari sejumlah lembaga pendidikan Islam sepanjang Mei 2026. Tercatat, empat sekolah dan pondok pesantren dari berbagai daerah hadir untuk melihat secara langsung sistem pendidikan, pembinaan santri, hingga manajemen boarding school yang diterapkan di ICBS. Empat lembaga tersebut yakni MTs Al Muttaqin Pekanbaru, Pondok Pesantren Modern Nurul Hidayah Bengkalis, MA Ar Risalah Padang, dan SMP IT Nurul Azizi Medan. Kunjungan berlangsung di Komplek ICBS Harau dengan suasana hangat, penuh diskusi, serta semangat saling belajar antar lembaga pendidikan.

Kepala SMP IT Nurul Azizi Medan, Muhammad Ghozali, mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sudah lama mendengar nama ICBS sejak tahun 2015 melalui pertemuan Sekolah Jaringan Islam Terpadu di Yogyakarta. Namun, baru kali ini ia berkesempatan mengunjungi ICBS secara langsung. “ICBS ini sudah lama kami dengar sebagai salah satu sekolah dengan kualitas yang sangat baik. Sistem pendidikannya bagus, pembinaannya juga bagus. Karena itu kami ingin memperkenalkan ICBS kepada anak-anak kami, agar nantinya ada yang melanjutkan pendidikan ke sini,” ujarnya.
Ia juga mengaku terkesan dengan suasana ICBS yang berada di kawasan wisata Harau. Menurutnya, lingkungan alam yang indah dipadukan dengan kondisi sekolah yang bersih dan tertata menjadi nilai tersendiri bagi ICBS. “MasyaAllah, luar biasa. Baru masuk ke kawasan sini saja mata sudah dimanjakan dengan pemandangan yang indah. Setelah masuk ke ICBS, melihat gedung-gedungnya, kebersihannya, semuanya sangat luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina Asrama MA Ar Risalah Padang, Ustadzah Ririn Sayuma Firna, menyampaikan bahwa kunjungan mereka bertujuan untuk belajar mengenai perkembangan sistem boarding school yang diterapkan di ICBS. Menurutnya, beberapa program di ICBS memiliki konsep yang hampir serupa dengan yang diterapkan di lembaganya. Namun, ada sejumlah budaya pembinaan yang dinilai menarik dan relevan untuk diterapkan di tempat mereka. “Salah satu yang menarik adalah program asrama terbaik dalam bidang bahasa. Di tempat kami ada asrama terbersih, tetapi belum ada program bahasa terbaik per asrama seperti di ICBS,” ungkapnya. Ia juga menilai beberapa sistem pembinaan karakter dan kedisiplinan santri di ICBS cukup menarik, seperti pembiasaan tanggung jawab bagi santri yang melanggar aturan serta suasana kebersamaan antarsantri yang kuat. Selain program pendidikan, suasana lingkungan ICBS juga meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu yang berkunjung. “MasyaAllah, tempat ini indah sekali. Ada pendidikan yang dipadukan dengan pemandangan alam ciptaan Allah yang luar biasa. Penyambutannya juga hangat, kami merasa sangat dihormati,” tutur Ustadzah Ririn.

Di sisi lain, Petugas Protokoler ICBS, Ustadz Achmad Fadhlan Yazid, S.T., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan berbagai sekolah yang memilih ICBS sebagai tujuan studi tiru. “Bagi kami, ini bukan sekadar kunjungan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap sistem pendidikan dan pembinaan yang selama ini dibangun di ICBS. Antusiasme para tamu menunjukkan bahwa semangat untuk saling belajar dan berkembang antar lembaga pendidikan Islam semakin kuat,” jelasnya. Menurut beliau, beberapa aspek yang paling banyak menarik perhatian para tamu di antaranya adalah manajemen boarding school, program pembiasaan ibadah, serta lingkungan pendidikan yang kondusif dalam membentuk generasi yang cerdas, Islami, mandiri, dan berprestasi.
Selain menjadi ajang berbagi pengalaman, kegiatan studi tiru ini juga dinilai memberikan banyak manfaat bagi ICBS sendiri. Diskusi dan pertukaran pandangan bersama sekolah-sekolah lain membuka wawasan baru terkait inovasi pendidikan dan pembinaan santri. “Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang satu pihak belajar kepada pihak lain, tetapi bagaimana kita saling bertukar inspirasi demi kemajuan pendidikan bersama,” tambahnya.

Melalui rangkaian kunjungan ini, ICBS berharap hubungan silaturahmi dengan sekolah-sekolah yang datang dapat terus terjalin dan berkembang menjadi kolaborasi pendidikan yang lebih luas di masa mendatang.
