ICBS Gandeng UIN Suska Riau Gelar Workshop Coding dan Robotik, Siapkan Generasi Muslim Penguasa Teknologi

Komitmen Insan Cendekia Boarding School (ICBS) dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Coding dan Robotik yang diselenggarakan bekerja sama dengan Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan workshop bagi para ustadz dan ustadzah di Aula Utama ICBS Harau pada 11 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan workshop bagi para santri di Perpustakaan Harau Putra pada 15 Juni 2026. Kolaborasi antara ICBS dan UIN Suska Riau ini menjadi bagian dari ikhtiar dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab tantangan era digital melalui penguasaan teknologi dan kemampuan berpikir komputasional.
Kepala SMP IT ICBS Payakumbuh, Dr. Vikri Rahmaddani, S.Sos., M.A., menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya ICBS dalam menerapkan kurikulum yang mengintegrasikan dasar-dasar pemrograman dan teknologi robotik secara terpadu. Menurut beliau, pengenalan coding dan robotik tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknologi semata, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk pola pikir yang logis, sistematis, dan kreatif pada diri santri.
Melalui pembelajaran ini, para santri dilatih untuk memecahkan persoalan secara terstruktur sekaligus didorong agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, melainkan mampu tumbuh menjadi pencipta dan perancang teknologi di masa depan. Beliau menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran tersebut selaras dengan konsep STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang saat ini terus dikembangkan di lingkungan ICBS. “Penguasaan teknologi seperti coding dan robotik menjadi kebutuhan penting di era digital saat ini. Kita berharap santri-santri ICBS mampu bersaing dengan generasi lainnya, bahkan dapat melahirkan karya-karya terbaik serta berprestasi dalam berbagai kompetisi di bidang teknologi,” ungkap Dr. Vikri. Menurut beliau, workshop ini juga menjadi salah satu langkah untuk mempersiapkan kader-kader terbaik yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang teknologi, digitalisasi, dan pemrograman. Dengan dukungan program pembelajaran yang terus dikembangkan, ICBS berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan zaman.
Lebih jauh, Dr. Vikri menekankan bahwa keberhasilan pengembangan coding dan robotik di lingkungan pesantren membutuhkan kerja sama seluruh elemen sekolah. Guru dan santri diharapkan dapat saling mendukung dan belajar bersama agar pembelajaran berbasis teknologi ini dapat berkembang secara berkelanjutan. Ke depan, ICBS juga berharap dapat melahirkan santri-santri berprestasi yang mampu mengukir prestasi di bidang teknologi sebagaimana prestasi-prestasi yang telah diraih di bidang keagamaan dan akademik.
Kesan positif terhadap workshop ini juga dirasakan oleh salah seorang peserta, Ustadz Fadly, S.Pd., Gr. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus membuka wawasan baru tentang bagaimana nilai-nilai keislaman dan perkembangan teknologi dapat berjalan beriringan. “Workshop ini sangat luar biasa dan membuka mata saya. Ada rasa bangga sekaligus tertantang karena kita diajak untuk menjembatani nilai-nilai keislaman yang selama ini ditanamkan dengan kemajuan teknologi modern yang bergerak begitu cepat,” tuturnya.
Hal yang paling berkesan bagi Ustadz Fadly adalah ketika mempelajari logika dasar pemrograman dan melihat bagaimana barisan kode yang ditulis dapat diwujudkan menjadi gerakan nyata pada perangkat robotik. Menurutnya, kemampuan computational thinking yang diperoleh dari workshop ini tidak hanya bermanfaat dalam dunia robotik, tetapi juga membantu melatih ketajaman logika berpikir dalam kehidupan sehari-hari. Ia melihat bahwa santri ICBS memiliki modal yang sangat baik untuk berkembang di bidang teknologi. Disiplin, fokus, serta kebiasaan belajar yang telah terbentuk melalui kehidupan pesantren menjadi fondasi kuat untuk melahirkan generasi “Santri Masa Depan” yang mampu memadukan kecerdasan spiritual dengan penguasaan teknologi.
Bagi Ustadz Fadly, workshop ini juga menghadirkan kesadaran bahwa agama dan teknologi bukanlah dua hal yang bertentangan. Sebaliknya, teknologi hanyalah sebuah wasilah yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan solusi bagi umat dan menjadi sarana untuk semakin mengenal kebesaran Allah melalui ilmu pengetahuan. Ia berharap program coding dan robotik di ICBS tidak berhenti pada kegiatan workshop semata, tetapi terus berkembang menjadi program yang berkelanjutan sehingga mampu melahirkan generasi muslim yang tidak hanya kokoh dalam nilai-nilai agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia modern.
Melalui workshop ini, ICBS kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan visi “Mewujudkan Generasi yang Cerdas, Islami, Mandiri, dan Berprestasi.” Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, pesantren tidak hanya menjadi tempat lahirnya generasi yang kuat dalam ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi para inovator, programmer, dan pemimpin masa depan yang siap memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan peradaban.
