Menapaki Langkah Baru di ICBS, Santri Ikuti PETA dan MPLS sebagai Awal Perjalanan Menuntut Ilmu

Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti lingkungan Insan Cendekia Boarding School (ICBS) saat menyambut kedatangan santri baru Tahun Ajaran 2026/2027. Diiringi doa dan pelukan hangat dari orang tua, para santri memulai babak baru dalam kehidupan mereka sebagai bagian dari keluarga besar ICBS. Momen tersebut menjadi awal dari perjalanan menuntut ilmu yang akan dijalani melalui pendidikan di sekolah sekaligus pembinaan di asrama. Sebagai bekal awal menjalani kehidupan di lingkungan boarding school, para santri mengikuti rangkaian Pekan Ta’aruf (PETA) Santri di asrama dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kedua kegiatan ini dirancang untuk membantu santri mengenal lingkungan, memahami budaya belajar dan kehidupan pesantren, serta mempersiapkan diri menjalani proses pendidikan yang utuh di ICBS.

Kepala Asrama Padang Kaduduak (PDK), Ustadz Rizky Syah Putra, Lc., menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada ICBS. Menurut beliau, kepercayaan tersebut merupakan amanah besar yang akan dijalankan melalui pembinaan yang terintegrasi antara aspek akademik, spiritual, dan pembentukan karakter. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan PETA Santri menjadi gerbang awal bagi para santri untuk mengenal kehidupan di pesantren. Melalui berbagai rangkaian kegiatan, santri diperkenalkan dengan lingkungan asrama, tata tertib, budaya pesantren, hingga nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari di ICBS. “Setiap langkah di pesantren adalah proses menjadi pribadi yang lebih berilmu, berakhlak, dan bermanfaat,” ungkap beliau saat memberikan sambutan kepada para santri baru. Lebih lanjut, Ustadz Rizky berharap seluruh santri dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Beliau juga berharap masa ta’aruf ini menjadi langkah awal bagi santri untuk beradaptasi, memperdalam ilmu agama, melatih kemandirian, membangun kedisiplinan, serta mempererat ukhuwah dengan sesama santri.

Semangat serupa juga terlihat di Komplek Global. Kepala Asrama Global Putra (GPA), Ustadz Jimmy Lukita, M.Ag., menyampaikan bahwa pelaksanaan PETA Santri di lingkungan Global berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme dari seluruh peserta. Menurut beliau, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang perkenalan, tetapi juga menjadi proses awal pembentukan karakter santri. Melalui berbagai aktivitas yang telah disiapkan, para santri mulai belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun kebersamaan bersama teman-teman dari berbagai daerah, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian sebagai bekal menjalani kehidupan di pesantren.
Selain menjalani PETA Santri di asrama, para santri juga mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini menjadi sarana bagi santri untuk mengenal budaya belajar di ICBS, memahami tata tertib sekolah, berinteraksi dengan guru, serta mengenal berbagai program pendidikan yang akan mereka jalani selama menempuh studi.
Bagi Rahma Aqila Fauziah, santri baru kelas X.16 asal Kampar, Riau, hari pertama di ICBS menjadi pengalaman yang dipenuhi berbagai perasaan. Ia mengaku sedih karena harus berpisah dengan kedua orang tuanya, namun di saat yang sama merasa antusias menyambut pengalaman baru bersama teman-teman yang berasal dari berbagai daerah. Menurut Rahma, salah satu pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti PETA dan MPLS adalah kesempatan berkenalan dengan teman-teman baru serta mendengarkan cerita dan pengalaman mereka dari sekolah asal masing-masing. Momen tersebut membuatnya merasa lebih mudah beradaptasi dan semakin bersemangat menjalani kehidupan di lingkungan pesantren.

Rahma juga mengaku mulai mendapatkan banyak pelajaran baru sejak hari-hari pertamanya di ICBS. Selain belajar hidup lebih mandiri tanpa didampingi orang tua, ia mulai mengenal cara menghafal Al-Qur’an dengan lebih cepat dan benar. Baginya, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk menjalani kehidupan sebagai seorang santri. Kesan positif juga ia rasakan terhadap lingkungan ICBS. Menurutnya, para ustadz, ustadzah, pembina asrama, hingga kakak-kakak santri menyambut santri baru dengan penuh keramahan dan perhatian sehingga suasana yang awalnya terasa asing perlahan berubah menjadi nyaman. Rahma berharap dapat menyelesaikan pendidikannya di ICBS dengan penuh semangat serta meraih berbagai prestasi yang belum sempat ia capai pada jenjang sebelumnya. Selain itu, ia juga bercita-cita memiliki hafalan Al-Qur’an yang banyak agar dapat membanggakan kedua orang tuanya.
Rangkaian penyambutan santri baru melalui PETA dan MPLS menjadi bukti komitmen ICBS dalam menghadirkan proses adaptasi yang menyeluruh. Tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah dan asrama, kegiatan ini juga menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter, kemandirian, kedisiplinan, semangat belajar, serta ukhuwah di antara para santri. Melalui sinergi antara sekolah dan asrama, ICBS berharap setiap santri baru mampu menjalani proses pendidikan dengan baik, tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap mengembangkan potensi terbaiknya. Seluruh rangkaian ini menjadi langkah awal menuju terwujudnya visi ICBS, yaitu melahirkan generasi yang cerdas, Islami, mandiri, dan berprestasi.
