Hadapi TKA, ICBS Matangkan Persiapan Santri Kelas 12

Insan Cendekia Boarding School (ICBS) mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi seluruh santri kelas 12 SMA, baik putra maupun putri, pada Senin (2/11/2026). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini menjadi bagian dari program Kementerian Pendidikan untuk mengukur kemampuan akademik peserta didik sekaligus menjadi salah satu upaya sekolah mempersiapkan santri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pimpinan Kompleks ICBS Global, Ustadz Achmad Fadhlan Yazid, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang perlu diikuti dengan persiapan matang. Ia berharap proses persiapan yang telah dilakukan dapat memberikan hasil maksimal bagi seluruh santri. “Selama empat hari ke depan, Global ICBS Harau siap melaksanakan proses tes kemampuan akademik untuk seluruh santri kelas 12 SMA, baik itu putra maupun putri, dalam rangka menjalankan program kebijakan Kementerian Pendidikan untuk asesmen kemampuan belajar para siswa,” ungkapnya.
Persiapan menuju pelaksanaan TKA telah dilakukan dalam beberapa pekan terakhir. Selain kesiapan mental dan proses belajar santri, sekolah juga memastikan infrastruktur pendukung tersedia dengan baik agar pelaksanaan ujian berjalan lancar. Menurut Ustadz Fadhlan, kesiapan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari guru hingga tim pendukung yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Sekolah menyiapkan komputer dalam jumlah memadai serta jaringan internet dengan kecepatan yang disesuaikan untuk menunjang ujian. “Kami harapkan proses persiapan menuju tes kemampuan akademik yang sudah dilaksanakan dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir bisa mendatangkan hasil maksimal bagi seluruh santri,” lanjutnya.
Panitia ujian TKA ICBS, Ustadz Hafizzudin Ahmad, M.Pd., Gr., AIFO, menjelaskan bahwa meskipun TKA merupakan program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang bersifat pilihan bagi peserta didik, ICBS mengambil kebijakan untuk mewajibkan keikutsertaan santri kelas 12, kecuali santri yang mengikuti jalur Timur Tengah. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya sekolah memperbesar peluang santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Sekolah berharap hasil TKA dapat mendukung kesiapan santri dalam menempuh jalur pendidikan tinggi sesuai dengan pilihan dan cita-cita mereka. “Kalau kita di ICBS, kita mewajibkan untuk anak-anak yang tidak kelas Timur Tengah, karena memang kita ingin mencoba dan meloloskan santri-santri kita sebanyak mungkin untuk perguruan tinggi negeri. Itu harapan dan tujuan kita di awal ini,” jelasnya.
Dalam mempersiapkan santri menghadapi TKA, sekolah telah melakukan penguatan proses belajar mengajar sejak awal tahun ajaran, khususnya untuk mata pelajaran yang menjadi pilihan santri kelas 12. Penambahan porsi belajar dilakukan agar santri lebih siap menghadapi soal-soal ujian, tanpa rasa takut maupun panik saat pelaksanaan. Selain penguatan pembelajaran, sekolah juga memberikan pendampingan dalam menentukan mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan jurusan perguruan tinggi yang ingin dituju. Dengan begitu, mata pelajaran yang diujikan dapat selaras dengan rencana pendidikan santri setelah menyelesaikan pendidikan menengah. “Sehingga nanti mata pelajaran TKA yang mereka pilih itu sejalan dengan jurusan di kuliah nanti yang akan juga mereka pilih. Sehingga tidak terjadi perbedaan atau kesalahan di akhir, itu sudah kita fasilitasi dari awal,” ujar Ustadz Hafizzudin.
Dari sisi fasilitas, dukungan sekolah dan komplek turut menunjang kelancaran pelaksanaan ujian. Laboratorium komputer, jaringan internet, serta sarana pendukung lainnya telah dipersiapkan agar santri dapat mengikuti TKA dengan nyaman. Ustadz Hafizzudin menuturkan, pengecekan infrastruktur telah dilakukan sebelum ujian dimulai. Pada hari pertama pelaksanaan, ujian berjalan lancar tanpa gangguan jaringan yang berarti. Harapan terhadap pelaksanaan TKA tidak hanya berkaitan dengan hasil ujian, tetapi juga perjalanan pendidikan santri setelah lulus dari ICBS. Sekolah ingin para santri dapat diterima di perguruan tinggi dan jurusan yang mereka impikan, hingga kelak mampu berkarir sesuai dengan cita-cita.
Ustadz Fadhlan juga berharap hasil TKA dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan reputasi sekolah, dengan target memperoleh peringkat nilai terbaik setidaknya di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Bagi ICBS, TKA menjadi salah satu bagian dari ikhtiar mempersiapkan santri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Melalui pembelajaran, pendampingan, serta dukungan sarana yang memadai, sekolah berharap para santri mampu meraih hasil terbaik dan melanjutkan langkah menuju masa depan yang mereka cita-citakan.
Upaya ini sejalan dengan visi ICBS untuk mewujudkan generasi yang cerdas, Islami, mandiri dan berprestasi, sehingga para santri tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga mampu tumbuh menjadi generasi penerus bangsa dan agama yang membawa manfaat bagi masyarakat.
