BES Harau Dilantik, Santri Diuji Amanah dan Mental Kepemimpinan

Pelantikan pengurus Badan Eksekutif Santri (BES) Komplek Harau menjadi titik awal perjalanan baru bagi santri untuk belajar memimpin dan bertanggung jawab. Bukan sekadar seremoni, momen ini dimaknai sebagai ruang latihan diri—mengasah keberanian, kematangan sikap, dan kesiapan berdinamika di tengah lingkungan pesantren.

Pimpinan Komplek Harau, Ustadz Ihsan Ahmad, Lc., M.A., menegaskan bahwa BES merupakan wadah strategis bagi santri untuk melatih diri dan mengembangkan potensi keorganisasian. Melalui BES, santri diuji nyali dan mentalnya agar kelak mampu bersaing di tengah masyarakat sebagai pribadi yang berwibawa, bijaksana, dan kuat menghadapi perbedaan. Ia menekankan dua pilar utama pembinaan di Harau, yakni ibadah sebagai nutrisi ruh—shalat dan zikir yang terjaga—serta adab dalam berkomunikasi dan bersikap, agar setiap pemimpin mampu menjadi teladan (qudwah hasanah) bagi lingkungan sekitarnya.
Dari sisi asrama putra, Ustadz Rizky selaku Kepala Asrama Harau Putra menilai kesiapan pengurus BES sudah cukup matang sejak proses seleksi. Para santri datang dengan persiapan program kerja, evaluasi dari kepengurusan sebelumnya, serta kesadaran akan tantangan yang akan dihadapi. Tantangan terbesar, menurutnya, justru datang dari dalam diri dan lingkar pertemanan seangkatan, terutama dalam menegakkan aturan secara adil. Untuk memperkuat kesiapan lapangan, pihak asrama menyiapkan pembinaan lanjutan berupa Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) agar amanah yang diemban dapat dijalankan secara terkoordinir dan sesuai perencanaan.

Sementara itu, dari sisi teknis pelaksanaan dan pembinaan BES putri, Ustadzah Alma Nurfadila, Lc. menyampaikan bahwa pelantikan dan serah terima jabatan berjalan dengan baik berkat gladi yang dilakukan berulang serta pengawasan langsung dari pembina. Pasca-pelantikan, fokus utama pendampingan diarahkan pada pembangunan komunikasi dan chemistry antar anggota BES agar seluruh program berjalan sejalan dengan SOP ICBS. Ia juga menegaskan bahwa pengurus BES harus mampu menjaga keseimbangan antara amanah organisasi, kewajiban akademik, dan adab keseharian sebagai figur teladan bagi santri lainnya.
Suara santri sebagai tokoh utama hadir dari Arya, Presiden BES Terpilih Harau Putra. Ia mengungkapkan bahwa amanah kepemimpinan terasa berat sejak hari pertama karena banyaknya masukan dan harapan yang muncul. Visi utama yang ia bawa adalah membangun disiplin santri berbasis kesadaran, bukan paksaan. Melalui pendekatan kedekatan yang proporsional—dekat untuk membimbing, namun tetap menjaga wibawa—ia berharap BES dapat menjadi ruang edukasi yang menginspirasi. Dalam membagi waktu, Arya berusaha menyeimbangkan tanggung jawab organisasi, akademik, dan kehidupan asrama. Ia menegaskan bahwa jabatan dalam BES bukanlah sekadar posisi, melainkan amanah yang akan dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.
Sebagai penguat nilai, Ustadz Ihsan Ahmad, Lc., M.A. menambahkan bahwa seluruh pengurus BES akan dibekali melalui Latihan Dasar Kepemimpinan yang dilaksanakan setelah pelantikan, baik untuk BES putra maupun putri. Ia berpesan agar setiap amanah dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan karena Allah Ta’ala, bukan karena kebanggaan atau keinginan untuk dipuji. Dengan niat yang lurus, setiap proses akan bernilai ibadah dan setiap capaian menjadi keberkahan.
Pelantikan BES Harau ini menegaskan komitmen ICBS dalam mewujudkan santri yang cerdas, islami, mandiri, dan berprestasi, melalui pembinaan kepemimpinan yang terarah, beradab, dan membumi dalam kehidupan sehari-hari santri.
