• Home
  • About us
  • SMP
  • SMA
    • Alumni
  • Rekrutmen
  • Prestasi
    • Profil Guru Berprestasi
    • Profil Siswa Berprestasi
    • Kolom Guru
  • Contact us
  • PPDB
  • Pustaka
  • News
    • Galery
    • Tabloid
ICBS
  • Home
  • About us
  • SMP
  • SMA
    • Alumni
  • Rekrutmen
  • Prestasi
    • Profil Guru Berprestasi
    • Profil Siswa Berprestasi
    • Kolom Guru
  • Contact us
  • PPDB
  • Pustaka
  • News
    • Galery
    • Tabloid

Kolom Guru

Home » Kekayaan Emosional: Kebahagiaan Guru Dalam Misi Pendidikan

Kekayaan Emosional: Kebahagiaan Guru Dalam Misi Pendidikan

  • Posted by Azharul Fuaddi S.Pd
  • Date 3 October, 2023

Dalam kehidupan yang serba materialistik seperti sekarang, keinginan untuk menjadi kaya seringkali mendominasi pikiran banyak orang. Banyak yang berpikir bahwa kunci kebahagiaan terletak pada kekayaan materi. Namun, apakah menjadi kaya adalah satu-satunya tujuan hidup yang seharusnya dikejar? Berpikir tentang masa depan finansial adalah hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi satu-satunya faktor yang menentukan pilihan karier seseorang. Kebahagiaan yang sejati tidak hanya dapat ditemukan dalam kekayaan materi, tetapi juga dalam memberikan dampak positif pada kehidupan orang lain. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa menjadi guru bisa menjadi jalan menuju kebahagiaan sejati, meskipun mungkin tidak seberapa menggiurkan secara finansial.

Mengajar adalah salah satu profesi yang paling mulia dan berpengaruh dalam masyarakat. Seorang guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan. Guru adalah orang yang bertanggung jawab membimbing, mendidik, dan memberikan pengetahuan kepada para siswa. Mereka berperan dalam membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan membantu siswa mencapai impian mereka.

Keberadaan guru dianggap sangat berharga dalam membangun masa depan suatu negara. Tidak salah, dalam sejarah Jepang, ketika Jepang hancur di bom oleh tentara sekutu, jenderal Kaisar Hirohito memerintahkan untuk mencari dan mengumpulkan para guru yang masih tersisa karena pada merekalah negara Jepang akan bertumpu. Guru dapat mengubah kehidupan siswa dengan memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Mereka dapat membantu siswa menemukan minat dan bakat mereka, serta memberikan dorongan dan motivasi agar mereka dapat mencapai kesuksesan dalam berbagai bidang. Namun, menjadi seorang guru tidak hanya memberikan manfaat kepada siswa. Profesi ini juga memberikan kepuasan batin yang mendalam dan kebahagiaan yang tak tergantikan. Ketika seorang guru melihat perkembangan siswanya, ketika mereka melihat siswa-siswanya berhasil mencapai tujuan mereka, itulah saat kebahagiaan sebenarnya dirasakan.

Bahkan, sekalipun gaji seorang guru tidak setinggi profesi-profesi lain yang berorientasi keuangan, kebahagiaan yang diperoleh dari memberikan kontribusi yang berarti kepada masyarakat dan generasi penerus, adalah sesuatu yang tidak dapat diukur dengan uang. Kebahagiaan guru dalam misi pendidikan mereka adalah hasil dari kekayaan emosional yang mereka kumpulkan dari setiap interaksi dengan siswa. Guru adalah pahlawan paling berjasa yang memberikan perubahan positif dalam masyarakat. Selain itu, menjadi seorang guru juga membuka peluang untuk terus belajar dan berkembang. Ketika seorang guru mengajar, mereka juga terus belajar dari pengalaman dan pengetahuan baru yang diperoleh dari proses mengajar itu sendiri. Profesi ini memberikan kesempatan untuk terus tumbuh sebagai individu dan memperkaya pengetahuan serta keterampilan.

Dalam sudut pandang  yang lebih luas, menjadi seorang guru juga berarti memberikan warisan yang abadi. Pengaruh seorang guru tidak berhenti pada satu generasi saja, tetapi bisa meluas hingga masa depan. Para guru memberikan bekal berharga bagi siswa-siswa mereka untuk menghadapi dunia yang rumit dan menantang. Guru membentuk pemimpin masa depan, ilmuwan, penulis, seniman, dan tokoh penting lainnya yang akan membawa perubahan positif di dunia.

Ibn qayyim al-Jawziyah pernah memberikan pandangannya tentang kebahagiaan dalam peran seorang guru: “Seorang guru yang bahagia adalah mereka yang memberikan ilmu dengan tulus dan bersabar mengajar kepada orang lain. Mereka tidak hanya menanamkan pengetahuan, tetapi juga memberikan cahaya kepada siswa-siswa mereka. Mereka bukan hanya menanamkan kata-kata, tetapi juga nilai-nilai yang akan membentuk karakter dan akhlak siswa. Guru yang bahagia adalah mereka yang melihat kesuksean siswa-siswa mereka sebagai keberhasilan mereka sendiri”.

Maka, bagi mereka yang merasa tertarik dengan profesi ini, jadilah guru dan rasakan kebahagiaan sejati. Meskipun mungkin tidak akan menjadi orang terkaya di dunia, tetapi kamu akan menjadi orang yang kaya akan makna hidup dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat dan generasi masa depan.

Tag:#prestasiguru, guru, gurumenulis

  • Share:
author avatar
Azharul Fuaddi S.Pd

Penulis adalah seorang guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Insan Cendekia Boarding School Harau. selalu berinovasi dalam menciptakan proses pendidikan yang menyenangkan bagi siswa dan bertanggung jawab pada amanah yang diberikan

Previous post

Selamat Memperingati MAULID NABI MUHAMMAD SAW
3 October, 2023

Next post

Ekstrakurikuler Pramuka itu menyenangkan dan menjadi wadah dalam melaksanakan pendidikan kepanduan di kepramukaan Insan Cendekia Boarding School
3 October, 2023

You may also like

penyesalan
PENYESALAN
28 March, 2025
kampung (Custom)
Memaksimalkan Ibadah Puasa: Tiga Ibadah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan yang Berkala
22 March, 2025
guru
Training Bersama PPA Institute: Bekerja Bahagia dengan Cinta dan Harmoni
21 March, 2025
Insan Cendekia Boarding School
JL. RA. Kartini Padang Kaduduk Kel. Tigo Koto Diate Kec. Payakumbuh Utara – Sumatera Barat.
    (+62)811 6699 102

    info@icbs.sch.id 

LINKS

Tentang Kami
Find us
PPDB
Achievement
Alumni

FIND US

INSAN CENDEKIA BOARDING SCHOOL PAYAKUMBUH

© 2026 YAYASAN INSAN CENDEKIA  –  ICBS PAYAKUMBUH


Home

Calendar

Blog

Gallery

Address