Pelantikan BES Global: Menguatkan Amanah dan Kepemimpinan Santri

Pelantikan pengurus Badan Eksekutif Santri (BES) ICBS Global menjadi titik awal perjalanan amanah bagi santri putra dan putri untuk belajar memimpin dan bertanggung jawab. Lebih dari sekadar seremoni, momen ini dimaknai sebagai ruang pembinaan diri, tempat santri ditempa agar tumbuh dalam kedewasaan sikap, disiplin, dan kesiapan berorganisasi di lingkungan pesantren.

BES diposisikan sebagai wadah strategis pembelajaran kepemimpinan santri. Melalui organisasi ini, santri dilatih mengelola amanah dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah maupun asrama. Ustadzah Khaira Syadrini, S.Pd., Gr. selaku Pembina BES Global Putri menegaskan bahwa amanah yang diberikan kepada pengurus BES diharapkan mampu membentuk santri yang bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, serta jujur dalam menjalankan tugas. Dari BES pula, lanjutnya, diupayakan tercipta lingkungan sekolah dan asrama yang kondusif serta positif bagi seluruh santri.
Pembinaan BES Global dijalankan melalui sinergi sekolah dan asrama. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar organisasi santri ini tetap terarah dan produktif. Evaluasi rutin menjadi bagian dari proses pembelajaran, sekaligus sarana memperbaiki program dan menanamkan budaya disiplin di kalangan santri.
Di asrama putra, kesiapan santri untuk menjadi pengurus BES dibangun melalui proses bertahap. Ustadz Fakrullah Firhan sebagai Pembina BES Global Putra menjelaskan bahwa sebelum dilantik, santri telah melalui pembekalan dan tahap magang. Pada fase tersebut, mereka dilatih mengelola bidang, menyusun program jangka pendek dan jangka panjang, serta berdiskusi dengan senior dan asatidz. Proses ini bertujuan agar santri benar-benar siap mengayomi adik-adiknya dan memahami tanggung jawab organisasi.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam kepengurusan BES justru berasal dari diri pengurus itu sendiri. Amanah yang diemban menuntut keikhlasan dan keistikamahan, terutama dalam menjaga disiplin pribadi. Ia menekankan bahwa kepemimpinan santri tidak dibangun dengan cara memerintah semata, melainkan dengan keteladanan dan sikap mengayomi. Seorang Presiden BES, jelasnya, harus mampu menjadi contoh terlebih dahulu, responsif terhadap masukan, serta adil dalam menegakkan aturan.
Sementara itu, pembinaan BES putri juga diarahkan pada penguatan komunikasi, kedisiplinan, dan keseimbangan antara amanah organisasi, kewajiban akademik, serta adab keseharian. Dengan pendampingan yang konsisten, BES diharapkan mampu berjalan selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung di ICBS.
Melalui pelantikan ini, pengurus BES Global diharapkan dapat menjadi teladan dalam sikap, semangat, dan prestasi. Kepemimpinan yang dijalani bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Dari proses inilah santri ICBS Global ditempa agar kelak siap berperan di tengah masyarakat dengan karakter yang matang dan beradab.
