Ribuan Langkah Menuju Ridha Orang Tua, ICBS Lepas Santri dalam Program Birrul Walidain 2026

PAYAKUMBUH — Suasana penuh kehangatan dan haru mewarnai kegiatan pelepasan santri INSAN CENDEKIA BOARDING SCHOOL (ICBS) Payakumbuh dalam rangka pelaksanaan program Birrul Walidain (BW), yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 di seluruh komplek ICBS.
Momentum ini menjadi bagian penting dari proses pendidikan karakter santri. Setelah menjalani rutinitas pembelajaran, pembinaan keagamaan, dan kehidupan berasrama, para santri kini mendapatkan kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga sekaligus mengamalkan nilai-nilai kebaikan yang telah mereka pelajari selama berada di lingkungan pesantren.
Namun, kepulangan kali ini bukan sekadar liburan atau melepas rindu kepada keluarga. Ada amanah besar yang dibawa setiap santri, yaitu menghadirkan kebahagiaan bagi kedua orang tua melalui sikap, tutur kata, kepedulian, dan pengabdian nyata.
Melalui program Birrul Walidain, ICBS ingin menanamkan pemahaman bahwa keberhasilan pendidikan seorang santri tidak hanya terlihat dari prestasi akademik, hafalan Al-Qur’an, atau kemampuan keagamaannya, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan dan memuliakan kedua orang tuanya.
Pelepasan Serentak di Seluruh Komplek ICBS
Kegiatan pelepasan Birrul Walidain dilaksanakan pada 10–11 Oktober 2026 di seluruh komplek pendidikan ICBS sebagai penanda dimulainya masa pengabdian santri kepada keluarga.
Momentum ini menjadi kesempatan bagi para santri untuk memperkuat kembali ikatan emosional dengan orang tua setelah menjalani kehidupan pendidikan berasrama.
Bagi sebagian santri, perjalanan pulang menuju kampung halaman menjadi momen yang sangat dinantikan. Kerinduan kepada ayah, ibu, saudara, dan suasana rumah akhirnya dapat terobati.
Akan tetapi, di balik kebahagiaan tersebut, ICBS menitipkan sebuah pesan penting: kepulangan harus menjadi kesempatan untuk menunjukkan perubahan sikap dan kedewasaan yang telah terbentuk selama menempuh pendidikan di pesantren.
Para santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih santun, mandiri, bertanggung jawab, serta ringan tangan dalam membantu pekerjaan keluarga.
Ustaz Roni Patihan, Lc.: Jadikan Kepulangan sebagai Kesempatan Memuliakan Orang Tua
Dalam rangkaian pelepasan tersebut, salah satu pesan pembinaan pimpinan ICBS disampaikan melalui Ustaz Roni Patihan, Lc., yang mewakili jajaran pimpinan INSAN CENDEKIA BOARDING SCHOOL Payakumbuh.
Pesan pelepasan ini menekankan bahwa masa Birrul Walidain merupakan kesempatan bagi para santri untuk membuktikan hasil pendidikan karakter dan akhlak yang telah mereka peroleh selama berada di pesantren.
Kepulangan ke rumah hendaknya tidak dihabiskan hanya untuk beristirahat, bermain, atau menggunakan gawai secara berlebihan, tetapi dimanfaatkan untuk membangun kedekatan dengan kedua orang tua dan menghadirkan kebahagiaan di tengah keluarga.
Santri diharapkan memiliki inisiatif untuk membantu pekerjaan rumah, mendampingi orang tua dalam aktivitas sehari-hari, menjaga tutur kata, serta menunjukkan sikap hormat dan kasih sayang.
Sebab, salah satu keberhasilan pendidikan pesantren adalah ketika orang tua dapat merasakan langsung perubahan positif pada diri anak-anak mereka.
Pendidikan yang baik bukan hanya menjadikan santri pandai menjawab pertanyaan di ruang kelas, tetapi juga membentuk pribadi yang mampu memahami pengorbanan ayah dan ibu.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setinggi apa pun ilmu dan prestasi yang diraih, setiap santri tetap memiliki kewajiban untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.
Birrul Walidain, Pendidikan Akhlak yang Dipraktikkan dalam Kehidupan Nyata
Program Birrul Walidain merupakan salah satu bentuk pembelajaran karakter yang terus dikembangkan oleh ICBS Payakumbuh.
Melalui program ini, para santri dilatih untuk menerapkan nilai-nilai Islam secara langsung dalam kehidupan keluarga.
Dalam ajaran Islam, berbakti kepada orang tua memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 23:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.”
Pesan Al-Qur’an tersebut menjadi dasar penting dalam menanamkan kesadaran bahwa berbakti kepada orang tua bukan sekadar tradisi atau kebiasaan baik, melainkan bagian dari kewajiban seorang Muslim.
Selama pelaksanaan Birrul Walidain, santri didorong untuk menghadirkan bentuk pengabdian sederhana yang memiliki makna besar.
Mulai dari membantu membersihkan rumah, menyiapkan kebutuhan keluarga, menemani orang tua, membantu pekerjaan sehari-hari, hingga menyempatkan waktu untuk berbincang dan mendengarkan nasihat mereka.
Bahkan, hal kecil seperti menyapa dengan lembut, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, dan menunjukkan wajah yang penuh senyum dapat menjadi bagian dari pengamalan nilai Birrul Walidain.
Melalui kegiatan tersebut, santri belajar bahwa pengabdian tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Terkadang, kebahagiaan orang tua justru hadir dari perhatian kecil yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.
Membawa Akhlak Pesantren ke Tengah Keluarga
ICBS meyakini bahwa pendidikan karakter akan semakin bermakna ketika nilai-nilai yang diajarkan di lingkungan sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selama berada di pesantren, santri dibiasakan hidup disiplin, menjaga ibadah, menghormati guru, membangun kemandirian, dan bertanggung jawab terhadap berbagai kewajiban.
Melalui Birrul Walidain, kebiasaan positif tersebut diharapkan terus terjaga ketika santri berada di rumah.
Orang tua pun memiliki kesempatan untuk menyaksikan perkembangan karakter anak-anak mereka, mulai dari kedisiplinan dalam beribadah hingga kepedulian terhadap sesama anggota keluarga.
Program ini sekaligus menjadi jembatan yang memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepekaan sosial.
Dari Ridha Orang Tua, Menuju Masa Depan Penuh Berkah
Di balik setiap perjalanan seorang santri menuntut ilmu, terdapat doa, harapan, dan pengorbanan orang tua yang tidak ternilai.
Ada ayah yang bekerja keras demi pendidikan anaknya. Ada ibu yang senantiasa menyelipkan nama buah hatinya dalam setiap doa. Ada pula keluarga yang rela menahan rindu demi memberikan kesempatan terbaik bagi masa depan anak-anak mereka.
Melalui program Birrul Walidain, para santri diajak kembali mengingat semua pengorbanan tersebut.
Kepulangan menjadi kesempatan untuk membalasnya, bukan semata-mata dengan hadiah atau materi, tetapi melalui kasih sayang, penghormatan, serta tindakan nyata yang mampu meringankan beban orang tua.
Karena pada akhirnya, keberhasilan seorang santri bukan hanya ketika ia mampu meraih berbagai penghargaan, melainkan juga ketika kehadirannya menjadi sumber kebahagiaan dan kebanggaan bagi keluarga.
Pulang Membawa Rindu, Kembali Membawa Doa
Kegiatan pelepasan Birrul Walidain pada 10–11 Oktober 2026 menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati tidak pernah berhenti ketika santri meninggalkan gerbang sekolah.
Justru di tengah keluarga, nilai-nilai yang telah dipelajari mendapatkan ruang untuk dibuktikan.
ICBS berharap para santri dapat menjalani masa Birrul Walidain dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan keikhlasan.
Semoga setiap langkah kecil dalam membantu orang tua, setiap tutur kata yang santun, serta setiap tindakan yang menghadirkan kebahagiaan menjadi amal kebaikan yang bernilai di sisi Allah SWT.
Sebab, pulang yang paling indah bukan sekadar melepas rindu, melainkan ketika seorang anak mampu menghadirkan senyum di wajah ayah dan ibunya.
Melalui program Birrul Walidain 2026, INSAN CENDEKIA BOARDING SCHOOL Payakumbuh terus berkomitmen membentuk generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kuat dalam nilai-nilai keislaman, dan mulia dalam akhlak serta pengabdiannya kepada keluarga.
Selamat menjalankan Birrul Walidain, santri ICBS!
Jadikan kepulangan sebagai jalan meraih ridha Allah melalui bakti kepada kedua orang tua.
Redaksi ICBS Payakumbuh
