Santri Komplek ICBS Global Bangun Atmosfer Bahasa dan Kreativitas Lewat Galafest dan Glosphere

Menjelang pelaksanaan program Birrul Walidayn (BW), santri di Komplek ICBS Global menghidupkan suasana asrama dengan dua kegiatan besar yang sarat nilai pembinaan, kreativitas, dan kebersamaan. Untuk santri putra, kegiatan dikemas dalam Galafest 2025, sementara santri putri menghadirkan kemeriahan melalui Glosphere (Global Atmosphere) Festival 2. Kedua kegiatan ini bukan sekadar agenda hiburan akhir tahun, melainkan menjadi ruang ekspresi santri sekaligus media persiapan mental dan karakter sebelum kembali ke tengah keluarga saat BW.

Galafest: Ruang Kepemimpinan dan Atmosfer Bahasa Santri Putra
Bagi santri putra, Galafest 2025 menjadi momentum berharga. Navara Sufyan Tsauri, Menteri Bahasa BES Global Putra sekaligus ketua panitia Galafest, menyampaikan rasa syukurnya karena diberi amanah memimpin kegiatan tersebut. Ia mengaku merasa lega, senang, dan bangga melihat kesungguhan para ustadz serta panitia dalam mencurahkan upaya terbaik demi suksesnya Galafest tahun ini. Navara juga mengungkapkan bahwa tantangan cuaca yang kurang bersahabat justru menjadi faktor yang membuat panitia harus berpikir dua kali lebih matang. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadikan Galafest 2025 terasa lebih spesial dan penuh pembelajaran.
Lebih dari itu, Galafest dinilai sebagai momen yang akan melekat kuat dalam ingatan santri, khususnya bagi mereka yang serius memanfaatkan BW sebagai ajang refleksi dan pengembangan diri. Ia meyakini bahwa kegiatan ini mampu memantik semangat santri untuk terus belajar bahasa asing dan menggunakan waktu BW secara lebih efektif. Bagi Navara secara pribadi, Galafest juga menjadi pemantik tekad. Ia mengaku semakin bersemangat memperbaiki kemampuan bahasa Inggris sebagai persiapan studi ke luar negeri, bahkan telah merencanakan BW-nya diisi dengan latihan IELTS secara intensif.

Glosphere: Panggung Kreativitas dan Pembentukan Muslimah Ideal
Sementara itu, santri putri di Komplek ICBS Global menyemarakkan akhir tahun melalui Glosphere Festival 2, sebuah agenda tahunan yang untuk kedua kalinya digelar. Ustadzah Azka Noviani, S.Pd., Kepala Asrama Global Putri, menjelaskan bahwa Glosphere menjadi masterpiece penutup kepengurusan BES Kabinet Arvioner, sekaligus wadah pemberdayaan potensi santri putri di berbagai bidang. Festival yang berlangsung selama empat hari ini dibuka secara meriah dengan live music talempong dan tari pasambahan, serta peresmian oleh pimpinan ICBS yang ditandai dengan pemukulan bedug. Rangkaian kegiatan kemudian diisi dengan beragam perlombaan, mulai dari MTQ, MSQ, MHQ, pentas seni, permainan tradisional, lomba basket, hingga ajang apresiasi seperti Queen of Education, Queen of Language, Queen of Muslimah, dan berbagai kompetisi kreatif lainnya.
Menurut Ustadzah Azka, Glosphere dirancang untuk membentuk pribadi santri sebagai muslimah ideal—beriman, Qur’ani, kreatif, intelektual, mandiri, dan terampil memimpin. Santri juga dilatih berdikari, salah satunya melalui pengelolaan bazar oleh BES, yang menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan tanggung jawab. Antusiasme santri putri pun sangat tinggi. Seluruh asrama terlibat aktif, bahkan setiap bilik lomba dipenuhi peserta dan suporter. Suasana ini menambah semarak Glosphere sekaligus menjadi pengantar emosional menjelang Birrul Walidayn.
Menjadi Bekal Sebelum Kembali ke Rumah
Ustadzah Azka menegaskan bahwa secara substansi, pembekalan BW telah dilaksanakan secara terpisah melalui materi birrul walidayn, ibadah, hingga sikap menghadapi realitas sosial. Adapun Glosphere hadir sebagai spektrum pelengkap—tempat santri menemukan bakat, berani tampil, dan mengekspresikan potensi diri. Prestasi yang diraih selama festival pun menjadi “hadiah manis” yang dapat dibawa pulang untuk orang tua. Ia berharap seluruh ilmu dan keterampilan yang dimiliki santri—baik agama, akademik, maupun soft skill—benar-benar diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Jika masa asrama adalah fase menuntut ilmu, maka BW menjadi waktu yang tepat untuk mengimplementasikannya secara nyata.
Selaras dengan Visi ICBS
Baik Galafest maupun Glosphere menunjukkan bagaimana Insan Cendekia Boarding School secara konsisten membina santri melalui kegiatan yang terarah dan bermakna. Keduanya menjadi cerminan visi ICBS dalam mewujudkan generasi yang cerdas, Islami, mandiri, dan berprestasi—tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam kepemimpinan, kreativitas, dan pengabdian kepada orang tua serta masyarakat.
