Setetes Darah Menyambut Ramadan: ICBS Bersama Klinik Andalusia Tebar Kepedulian

Semangat berbagi dan kepedulian sosial terasa kuat di lingkungan Insan Cendekia Boarding School (ICBS). Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, ICBS bekerja sama dengan Klinik Pratama Andalusia menggelar kegiatan donor darah sebagai ikhtiar kemanusiaan yang memberi manfaat nyata bagi sesama. Aksi ini tidak hanya menjadi bagian dari agenda sosial, tetapi juga ikhtiar menyemarakkan Ramadan dengan amal yang berdampak langsung.

Direktur Klinik Pratama Andalusia, dr. Vivi Kurnia, menilai donor darah sebagai kegiatan yang sangat positif karena menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan solidaritas. Ia menjelaskan bahwa manfaatnya bersifat ganda: bagi pendonor, donor darah merangsang pembentukan sel darah baru yang lebih baik, membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, sekaligus menghadirkan ketenangan batin karena merupakan wujud sikap altruistik yang nyata. Sementara bagi penerima, darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan dari penyakit dan komplikasi, bahkan menjadi penentu keselamatan jiwa.
Menurut dr. Vivi, kegiatan ini sejatinya telah direncanakan sejak Desember lalu bertepatan dengan agenda launching klinik. Namun, bencana alam yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota membuat pelaksanaannya ditunda, di saat yang sama PMI tengah fokus membantu korban bencana. Kekhawatiran akan berkurangnya stok darah menjelang Ramadan kemudian didiskusikan bersama pimpinan ICBS. Dukungan pun mengalir—pengumuman disampaikan kepada para ustadz, ustadzah, guru, dan karyawan—hingga antusiasme memuncak. Tak kurang dari seratus karyawan ICBS mendaftar sebagai calon pendonor.
Apresiasi juga datang dari Ahlul Badrito Resha, S.H., M.M., Wakil Bupati Limapuluh Kota sekaligus Ketua PMI Limapuluh Kota. Ia menyampaikan terima kasih kepada Klinik Pratama Andalusia yang telah memfasilitasi keinginan masyarakat untuk mendonorkan darahnya melalui kerja sama dengan PMI. Menjelang Ramadan, menurutnya, ajakan donor darah perlu diintensifkan karena biasanya intensitas donor menurun, sementara kebutuhan darah tidak berkurang. Ia berharap kegiatan ini membawa keberkahan dan kesuksesan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Antusiasme keluarga besar ICBS menjadi pemandangan yang membanggakan. dr. Vivi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh civitas ICBS yang ikut berpartisipasi. Bersedekah dengan harta mungkin sudah lazim, tetapi bersedekah dengan darah adalah bentuk kepedulian yang tak kalah mulia—sebuah ikhtiar sederhana yang dampaknya begitu besar. Lebih jauh, dr. Vivi berharap kebaikan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan. Donor darah yang rutin bukan hanya menyelamatkan banyak nyawa, tetapi juga memberi manfaat kesehatan bagi pendonor. Kebaikan yang terus dilakukan, menurutnya, lebih bermakna daripada yang hanya sesekali.
Kegiatan donor darah ini menegaskan peran ICBS sebagai lembaga pendidikan yang hadir dan peduli di tengah masyarakat. Sejalan dengan visi “Terwujudnya Generasi yang Cerdas, Islami, Mandiri, dan Berprestasi”, ICBS menanamkan nilai kepedulian sosial sebagai bagian dari pendidikan karakter—bahwa menyambut Ramadan bukan hanya dengan ibadah personal, tetapi juga dengan amal yang mengalirkan harapan bagi sesama.
