Tarhib Ramadhan Serempak di Seluruh Komplek ICBS, Menanam Kesadaran Ibadah Sejak Awal

Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Insan Cendekia Boarding School melaksanakan kegiatan Tarhib Ramadhan secara serempak di seluruh komplek pada 15–16 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi pembuka pembinaan ruhiyah santri sebelum memasuki bulan penuh berkah, agar Ramadhan tidak dijalani secara biasa, tetapi dengan kesadaran dan persiapan yang matang.
Di Komplek ICBS Harau Putra, Tarhib Ramadhan dipandang sebagai momentum penting untuk menyiapkan santri, khususnya secara mental dan spiritual. Ustadz Rizky Syah Putra, Lc., Kepala Asrama Harau Putra, menjelaskan bahwa Tarhib Ramadhan bertujuan agar santri memahami bahwa Ramadhan berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan yang menuntut kesiapan ilmu, sikap, dan peningkatan kualitas ibadah.
Ia menyampaikan bahwa rangkaian Tarhib diisi dengan kajian dan dauroh ilmiah, khususnya kajian fikih puasa yang disampaikan oleh para asatidz. Selain itu, suasana Ramadhan dihidupkan melalui kegiatan menghias asrama dengan tema menyambut bulan suci. Dekorasi tersebut tidak membutuhkan biaya besar, melainkan mengandalkan kreativitas santri—mulai dari kaligrafi, ornamen sederhana, hingga pesan-pesan Ramadhan yang ditempel di lingkungan asrama. Kegiatan ini bahkan dilombakan, sehingga menambah semangat dan antusiasme santri.
Menurut Ustadz Rizky, nilai utama yang ingin ditanamkan melalui Tarhib adalah kesadaran ibadah. Santri diarahkan untuk menyusun “kurikulum Ramadhan” mereka sendiri—mulai dari sahur, shalat berjamaah, halaqah, tilawah, hingga ibadah sunnah lainnya. Dengan demikian, ketika Ramadhan tiba, santri tidak merasa kaget, karena ritme ibadah telah tertata sejak awal. Harapannya, kebiasaan baik yang dibangun di pesantren dapat terbawa saat santri menjalani Birrul Walidayn di rumah bersama orang tua.

Sementara itu, di Komplek ICBS Ummul Quro Putri, Tarhib Ramadhan juga berlangsung dengan suasana yang sangat hidup. Ustadzah Wahyuni Restu Amalia, S.Pd., Gr., Wakil Kepala Asrama Ummul Quro, menyampaikan bahwa Tarhib Ramadhan dimaknai sebagai upaya menyambut bulan penuh berkah dengan persiapan maksimal. Ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan bulan untuk bermain-main, melainkan kesempatan besar untuk meraih ampunan dan keberkahan yang belum tentu dapat dijumpai kembali di tahun berikutnya.
Di Ummul Quro, Tarhib diawali dengan kajian yang diisi oleh Ustadz Okta Veldi Andika, Lc., M.H sebagai Pimpinan Komplek, kemudian dilanjutkan dengan penetapan target Ramadhan oleh setiap santri. Target-target tersebut meliputi tilawah, ibadah harian, dan amalan lainnya, yang kemudian ditempel di musala agar dapat dipantau bersama. Hal ini mendorong santri untuk berlomba-lomba dalam kebaikan secara sehat. Selain itu, santri putri juga menghias asrama dan koridor dengan nuansa Ramadhan, serta menggelar pawai Ramadhan dengan yel-yel dan kreativitas masing-masing asrama. Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi, terlebih karena adanya penilaian dan apresiasi bagi asrama dengan dekorasi terbaik.
Ustadzah Wahyuni menuturkan bahwa dampak Tarhib sangat terasa dalam keseharian santri. Santri menjadi lebih berhati-hati dalam bersikap, lebih banyak menghabiskan waktu di mushala, dan semakin semangat dalam tilawah Al-Qur’an. Bahkan, tidak sedikit santri yang setelah sahur memilih melanjutkan tilawah hingga tertidur di mushala. Target-target tilawah yang sebelumnya ditetapkan pun mulai terlihat progresnya, mencerminkan semangat santri dalam memaksimalkan Ramadhan.
Melalui Tarhib Ramadhan yang dilaksanakan serempak ini, ICBS menegaskan komitmennya dalam membina santri secara utuh, tidak hanya secara akademik, tetapi juga ruhiyah dan karakter. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar lembaga untuk menyiapkan santri agar mampu menjalani Ramadhan dengan penuh kesadaran, disiplin, dan kesungguhan dalam beribadah, selaras dengan visi ICBS untuk mewujudkan generasi yang Cerdas, Islami, Mandiri, dan Berprestasi.
