Tasyakuran dan Pelepasan Santri Kelas IX SMP ICBS: Menutup Perjalanan Tiga Tahun dengan Syukur dan Harapan

Harau – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti kegiatan Tasyakuran dan Pelepasan Santri Kelas IX SMP ICBS yang digelar tanggal 12-13 Mei 2026 sebagai penutup perjalanan pendidikan para santri selama tiga tahun di pesantren. Momen ini bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi juga menjadi refleksi atas proses panjang yang telah dilalui santri dalam menuntut ilmu, membentuk karakter, dan menumbuhkan kemandirian.
Kepala SMP ICBS, Dr. Vikri Rahmaddani, S.Sos., M.A., menyampaikan bahwa perjalanan tiga tahun di pesantren bukanlah waktu yang singkat. Menurutnya, banyak proses yang telah dilalui para santri, mulai dari perjuangan beradaptasi di awal masuk hingga akhirnya mampu menyelesaikan pendidikan dengan berbagai pengalaman dan pembelajaran hidup yang berharga. “Alhamdulillah, tentunya kita bersyukur kepada Allah SWT. Tiga tahun bukan waktu yang sebentar. Banyak proses yang sudah dilalui santri kita, baik suka maupun sulitnya menuntut ilmu. Hari ini menjadi kebanggaan bagi kita karena mereka berhasil menyelesaikan perjalanan itu dengan baik,” ungkap beliau.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi justru lebih banyak dibentuk melalui kehidupan sehari-hari di asrama. Selama berada di lingkungan boarding school, santri belajar mengatur diri, memimpin diri sendiri, hidup mandiri, hingga belajar bersosialisasi dengan masyarakat. Perubahan-perubahan tersebut, menurut beliau, sangat terasa dari waktu ke waktu. Santri yang awalnya belum terbiasa hidup mandiri perlahan mulai mampu melakukan banyak hal sendiri. Bahkan, hal-hal sederhana seperti mencuci piring, mengatur waktu, hingga keberanian menjadi imam salat di tengah masyarakat menjadi perkembangan yang membanggakan bagi lembaga dan orang tua.
Salah satu program yang disebut memberikan dampak besar adalah Birrul Walidayn, program pengabdian dan pembelajaran santri bersama keluarga di rumah. Menurut beliau, program tersebut menjadi sarana bagi santri untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang telah dipelajari di pesantren langsung di tengah keluarga dan masyarakat. “Alhamdulillah, respon orang tua sangat baik. Banyak yang menyampaikan bahwa anak-anak mereka mengalami perubahan setelah mondok di ICBS. Yang dulunya belum bisa mandiri, sekarang sudah terbiasa membantu di rumah, bahkan sudah berani menjadi imam di masjid,” jelasnya.
Lebih jauh, beliau menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan ICBS dirancang untuk membentuk karakter santri secara bertahap dan berjenjang. Setiap tingkatan memiliki pembinaan dan pendekatan yang berbeda, namun tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk generasi yang memiliki kekuatan agama, akhlak, dan kemampuan sosial yang baik.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan pesan penting kepada para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik yang tetap melanjutkan di ICBS maupun di luar lembaga. Menurutnya, fondasi agama dan kedisiplinan ibadah harus menjadi pegangan utama dalam kehidupan. “Kita selalu berpesan kepada anak-anak bahwa hidup ini bukan menunggu waktu salat selesai, tetapi aktivitas kita sehari-hari yang harus mengikuti nilai-nilai salat itu sendiri. Kalau salat dan ibadahnya baik, insyaAllah yang lain akan mengikuti,” tuturnya.
Selain pembelajaran akademik, santri juga dibekali dengan tahfiz, adab, serta pembiasaan kehidupan Islami yang diharapkan mampu menjadi benteng dalam menghadapi kehidupan di masa depan. Beliau berharap para santri tetap rendah hati, terus haus akan ilmu, dan menjaga nama baik lembaga di manapun berada. “Nama ICBS akan selalu melekat dalam diri mereka. Harapan kita, nama itu dibawa dengan baik, dijaga melalui adab, akhlak, dan perilaku mereka di tengah masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan tasyakuran dan pelepasan ini menjadi penanda berakhirnya satu fase penting dalam perjalanan para santri. Namun lebih dari itu, momen ini juga menjadi awal dari perjalanan baru untuk terus belajar, bertumbuh, dan mengamalkan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama berada di pesantren.
Melalui proses pendidikan yang memadukan akademik, pembinaan karakter, dan penguatan nilai keislaman, Insan Cendekia Boarding School terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak, mandiri dalam kehidupan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, selaras dengan visi ICBS untuk mewujudkan generasi yang cerdas, Islami, mandiri, dan berprestasi.
