15 Santri SMP ICBS Lolos OSN Tingkat Provinsi, Siap Lanjutkan Perjuangan Menuju Nasional

Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh santri SMP ICBS. Sebanyak 15 santri berhasil lolos ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Provinsi Tahun 2026 setelah melewati proses seleksi yang ketat pada tingkat sebelumnya. Capaian ini menjadi bukti konsistensi ICBS dalam membina potensi akademik santri sekaligus mempertahankan tradisi prestasi di ajang Olimpiade Sains Nasional. Kelima belas santri tersebut berasal dari tiga bidang yang diujikan. Pada bidang IPA, santri yang berhasil lolos adalah Althaf Razan Vinda, Mahir Hatta Mahadana, Areej Raissa Azhar, dan Zhafira Alhusna. Pada bidang IPS, santri yang lolos terdiri atas M. Fathan Abdillah, Yazid Almufid, M. Fairuz, Fathan M. Aktharil, Nazhifa Syakira Mulia, dan Nayla Khairatul Mulya. Sementara pada bidang Matematika, santri yang berhasil melaju ke tingkat provinsi adalah Dzaky Fatani Dekasani, Zaky Manggala Wirga Inawan, Ahmad Gais Zahabi, Rafandra Aqlan Tasnim, dan Muhammad Gazali.
Kepala SMP ICBS, Dr. Vikri Rahmaddani, S.Sos., M.A, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para santri. Menurutnya, pencapaian ini merupakan nikmat dari Allah SWT sekaligus buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten oleh sekolah. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena kembali dapat mengantarkan 15 santri lolos ke tingkat provinsi. Tahun sebelumnya ICBS menjadi sekolah dengan jumlah peserta terbanyak dari Sumatera Barat yang berhasil melaju ke tingkat nasional. Insya Allah, tahun ini kami berharap capaian tersebut dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” ungkap beliau.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tidak diraih secara instan. Selama kurang lebih enam bulan, para santri menjalani pembinaan intensif bersama guru-guru mata pelajaran IPA, IPS, dan Matematika. Selain itu, sekolah juga menjalin kerja sama dengan lembaga pembinaan eksternal, seperti Platos, guna memperkuat kesiapan akademik santri menghadapi OSN. “Persiapannya benar-benar kami matangkan. Selain dibimbing oleh guru-guru di sekolah, kami juga bekerja sama dengan lembaga pembinaan eksternal agar kemampuan santri semakin berkembang dan siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional,” jelasnya.
Menurut Dr. Vikri, salah satu kekuatan utama santri ICBS terletak pada lingkungan pesantren yang membentuk budaya belajar, kerja sama, dan semangat saling mendukung. Kehidupan berasrama membuat para santri tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga saling menguatkan dalam proses belajar sehari-hari. Beliau juga menegaskan bahwa pembinaan akademik selalu diiringi dengan pembinaan spiritual. Selain belajar secara intensif, para santri dibiasakan memperbanyak ibadah sunnah, seperti puasa Senin-Kamis, qiyamul lail, serta memperkuat doa dan tawakal sebagai ikhtiar meraih keberkahan ilmu. “Yang kami bangun bukan hanya kecerdasan akademik, tetapi juga karakter Islami. Kami ingin santri memiliki ilmu yang kuat sekaligus akhlak yang baik, karena keduanya harus berjalan beriringan,” tuturnya.
Salah seorang santri yang berhasil lolos pada bidang IPA, Mahir Hatta Mahadana, mengaku sangat bersyukur atas hasil yang diraihnya. “Ana merasa sangat bahagia dan sangat bersyukur karena berhasil lolos ke OSN tingkat provinsi,” ujarnya. Ia menceritakan bahwa perjalanan menuju tahap ini tidaklah mudah. Seleksi dimulai dari tingkat sekolah, dilanjutkan dengan berbagai program pembinaan intensif yang menuntut kesungguhan dan kedisiplinan tinggi. Menurut Mahir, tantangan terbesar selama proses persiapan adalah mengatur waktu belajar sekaligus melawan rasa malas. Namun, berkat bimbingan para ustadz dan ustadzah serta dukungan penuh dari kedua orang tua, ia mampu melewati seluruh proses tersebut. “Selama pelatihan, ustadz dan ustadzah sangat berperan dalam membimbing ana. Orang tua juga selalu memberikan doa dan semangat sehingga ana bisa sampai di tahap ini,” ungkapnya.
Kini Mahir menatap tantangan berikutnya dengan optimisme. Ia menargetkan dapat melangkah hingga tingkat nasional dan mempersembahkan prestasi terbaik bagi kedua orang tuanya. “Target ana adalah lolos ke tingkat nasional dan membanggakan kedua orang tua,” katanya. Menjelang pelaksanaan OSN tingkat provinsi, SMP ICBS kembali menyiapkan program pembinaan lanjutan secara intensif. Selama masa libur, para santri yang lolos tetap dikumpulkan untuk mengikuti pelatihan terpusat bersama para guru pembina dan lembaga mitra, sehingga kesiapan akademik maupun mental mereka semakin matang.
Di akhir wawancara, Dr. Vikri berpesan agar seluruh santri tetap menjaga kerendahan hati dan terus belajar tanpa merasa cepat puas. “Teruslah belajar, jangan pernah jumawa. Semua yang kita raih adalah atas izin Allah SWT. Tetap rendah hati, terus berusaha, perbanyak doa, dan persiapkan diri sebaik mungkin agar mampu memberikan hasil terbaik pada tingkat provinsi hingga nasional,” pesannya.
Keberhasilan 15 santri SMP ICBS menembus OSN tingkat provinsi kembali memperlihatkan komitmen ICBS dalam menghadirkan pendidikan yang unggul, baik melalui pembinaan akademik maupun pembentukan karakter Islami. Prestasi ini sekaligus menjadi wujud nyata dari visi ICBS untuk melahirkan generasi yang cerdas, Islami, mandiri, dan berprestasi, yang mampu bersaing di berbagai ajang akademik hingga tingkat nasional.
