Santri ICBS Payakumbuh Raih Prestasi Tingkat ASEAN, Naufal Munif Terpilih sebagai Penulis Pantun

Payakumbuh — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh. Salah satu santri SMP IT ICBS, Naufal Munif, berhasil mengukir capaian gemilang sebagai Penulis Pantun Terpilih Se-ASEAN dalam ajang yang diselenggarakan oleh SIP Publishing bekerja sama dengan Penyala Literasi Sumatera Barat. Karya pantunnya yang berjudul “Pantun Serumpun Hati Berpaut” berhasil mengantarkannya bersaing dan diakui di tingkat internasional.
Bagi Naufal, pencapaian ini datang sebagai sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mengaku sangat bahagia saat mengetahui karyanya terpilih. Perasaan haru dan bangga pun semakin terasa ketika ia langsung menyampaikan kabar tersebut kepada orang tuanya, yang turut merasakan kebahagiaan atas keberhasilan tersebut.
Perjalanan Naufal menuju capaian ini berawal dari proses sederhana di dalam kelas. Saat mempelajari materi pantun dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ia mendapat informasi mengenai lomba penulisan pantun tingkat ASEAN dari gurunya. Tanpa ragu, Naufal menunjukkan ketertarikannya dan mengajukan diri untuk mengikuti ajang tersebut. Sejak saat itu, proses pembinaan pun dimulai secara bertahap, mulai dari pengenalan tema hingga latihan menyusun dan merangkai kata menjadi pantun yang utuh.
Ketertarikan Naufal terhadap pantun sendiri tumbuh sejak ia mulai belajar di lingkungan pesantren. Ia merasa tertarik dengan cara penyampaian pantun yang unik dan bermakna. Dalam proses penulisan, inspirasi datang dari berbagai arah, mulai dari dukungan teman-teman, bimbingan ustadzah, hingga usaha pribadi dalam memahami dan mengembangkan ide. Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah menyusun dan merangkai kata agar menjadi pantun yang indah dan sesuai kaidah.
Di balik keberhasilan ini, peran pembimbing dan lembaga menjadi faktor yang tidak terpisahkan. Ustadzah Fitri Sandari, S.Pd., selaku guru Bahasa Indonesia sekaligus pembimbing Naufal, menjelaskan bahwa kesempatan ini berawal dari informasi lomba yang ia terima melalui komunitas literasi. Setelah diumumkan kepada para santri, Naufal menjadi salah satu yang paling menunjukkan minat dan kesungguhan.
Proses pembinaan dilakukan secara bertahap dan intensif. Selain pembelajaran di kelas, Naufal juga mendapatkan bimbingan secara personal, mulai dari teknik menulis pantun hingga pengembangan ide sesuai tema yang ditentukan, yaitu persahabatan. Bahkan ketika terdapat sesi pembinaan tambahan melalui kegiatan daring, Ustadzah Fitri tetap memastikan Naufal mendapatkan seluruh materi dengan cara menyampaikan kembali hasil pembelajaran tersebut secara langsung.
Menurutnya, salah satu keunggulan utama Naufal terletak pada kemauan belajarnya yang tinggi. Ia aktif bertanya, datang untuk berdiskusi, dan terus berusaha memperbaiki hasil tulisannya. Sikap inilah yang menjadi kunci utama dalam proses berkembangnya kemampuan literasi Naufal. Lebih jauh, Ustadzah Fitri juga menegaskan bahwa ICBS memiliki peran besar dalam mendukung pengembangan potensi santri, khususnya di bidang literasi. Dukungan tersebut tidak hanya berupa fasilitas, tetapi juga melalui budaya sekolah yang mendorong santri untuk terus menggali kemampuan menulis dan berkarya. Lingkungan yang suportif serta dorongan dari para guru menjadi energi penting yang membantu santri untuk berani mencoba dan berkembang.
Hal serupa juga dirasakan oleh Naufal. Ia mengungkapkan bahwa dukungan dari ICBS sangat membantunya dalam proses mengikuti lomba, mulai dari bimbingan, arahan, hingga bantuan dalam hal-hal teknis yang belum ia pahami. Baginya, pencapaian ini menjadi langkah awal dalam perjalanan prestasinya selama berada di ICBS. Ke depan, harapan besar disematkan kepada Naufal agar terus mengembangkan potensinya, tidak hanya dalam pantun tetapi juga dalam karya sastra lainnya seperti puisi dan cerpen. Prestasi ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk berani berkarya dan memanfaatkan peluang yang ada.
Sebagaimana pesan yang disampaikan Naufal kepada teman-temannya, setiap perlombaan adalah proses yang harus dijalani dengan semangat dan pantang menyerah. Karena di balik setiap usaha, selalu ada peluang untuk meraih hasil terbaik.
Capaian ini kembali menegaskan bahwa ICBS tidak hanya berfokus pada akademik dan pembinaan keislaman, tetapi juga memberikan ruang luas bagi santri untuk berkembang di bidang literasi hingga mampu menembus level internasional. Dari sebuah proses sederhana di dalam kelas, lahirlah karya yang mampu membawa nama ICBS ke tingkat ASEAN.
