SMP ICBS Ukir Prestasi Gemilang, 34 Santri Melaju ke Nasional pada Ajang POSI 2026

PAYAKUMBUH – Kabar membanggakan kembali datang dari SMP Insan Cendekia Boarding School (ICBS). Sebanyak 34 santri dari tiga unit SMP ICBS berhasil meraih medali sekaligus memastikan langkah mereka ke tingkat nasional pada ajang Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI) 2026. Prestasi tersebut diraih oleh santri SMP IT ICBS Payakumbuh, SMP Insan Cendekia Harau, dan SMP Insan Cendekia Excellent Harau yang berkompetisi pada berbagai bidang lomba, mulai dari Matematika, IPA, IPS, hingga Bahasa Inggris. Capaian tahun ini menjadi pencapaian yang istimewa bagi SMP ICBS. Selain menunjukkan konsistensi budaya prestasi yang terus tumbuh di lingkungan sekolah, hasil tersebut juga menjadi bukti bahwa pembinaan akademik yang dilakukan selama ini mampu melahirkan santri-santri yang siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Kepala SMP ICBS, Dr. Vikri Rahmaddani, S.Sos., M.A., menyampaikan rasa syukur atas hasil yang berhasil diraih para santri. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan. “Alhamdulillah, pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada mudir, ustadz dan ustadzah pendamping yang telah membina anak-anak selama proses persiapan. POSI bukanlah kompetisi yang baru kami ikuti. Pada tahun-tahun sebelumnya kami pernah mengikuti ajang ini, namun belum mampu mengantarkan santri hingga ke tingkat nasional. Alhamdulillah, tahun ini Allah memberikan rezeki terbaik dengan lolosnya sekitar 34 santri ke tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut Ustadz Vikri, capaian tersebut tidak datang secara instan. Evaluasi dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya menjadi salah satu faktor penting yang membantu sekolah memperbaiki pola pembinaan dan persiapan peserta. “Ini menjadi pencapaian yang sangat membanggakan. Kami belajar dari pengalaman sebelumnya, memperbaiki kekurangan, lalu terus berikhtiar. Alhamdulillah hasilnya bisa kita rasakan bersama hari ini,” tambahnya. Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak di lingkungan ICBS. Dukungan pimpinan, guru pembimbing, pembina asrama, hingga orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan para santri menuju prestasi.
Salah satu peraih medali emas bidang Matematika, Zaki Manggala Wirga Inawan, mengaku bersyukur atas hasil yang diraihnya. Santri SMP IT ICBS Payakumbuh itu menyebut perjuangan menuju kompetisi tidak selalu berjalan mudah. “Tantangan terbesar sebenarnya rasa malas saat belajar dan latihan. Biasanya saya mencari hiburan sebentar untuk menyegarkan pikiran, lalu kembali belajar lagi. Yang paling berjasa tentu orang tua yang selalu mendukung dan juga para guru yang membimbing kami,” tuturnya.
Menurut Wirga, salah satu hal yang paling membantunya adalah kolaborasi para guru matematika ICBS dalam proses pembinaan. Ia mengungkapkan bahwa selama masa persiapan, para guru dari berbagai kampus ICBS turut memberikan materi dan pendampingan. “Setiap guru memiliki cara mengajar yang berbeda. Kami mendapatkan banyak pembelajaran dari berbagai guru matematika ICBS. Itu sangat membantu kami dalam memahami materi dari berbagai sudut pandang,” katanya.
Sementara itu, Arrum Vidyarahma, peraih medali perak bidang IPS dari SMP Insan Cendekia Excellent Harau, menuturkan bahwa persiapan menuju POSI dilakukan melalui latihan yang konsisten dan terarah. “Sebelum lomba saya banyak membaca catatan, mengerjakan latihan yang diberikan guru, berdoa, dan berusaha semaksimal mungkin. Setelah itu saya menyerahkan hasilnya kepada Allah,” ujarnya. Bagi Arrum, pengalaman mengikuti kompetisi tidak hanya tentang meraih medali. Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga selama proses tersebut. “Kompetisi mengajarkan kami untuk memiliki semangat bersaing yang sehat, lebih sabar, dan tidak mudah menyerah. Setelah ini saya ingin terus mengikuti berbagai olimpiade dan suatu saat bisa berprestasi di tingkat nasional,” katanya.
Hal senada disampaikan Luvena Neysa Munawarah, santri asal Kabupaten Dharmasraya yang juga berhasil meraih medali perak bidang IPS. Menurutnya, keberhasilan yang diraih tidak terlepas dari kebiasaan belajar yang disiplin dan semangat untuk terus berkembang. “Kami mengulang materi yang sudah diberikan selama pelatihan, berdiskusi dengan teman-teman, dan mencari referensi tambahan dari buku. Dukungan guru dan doa orang tua menjadi kekuatan besar bagi kami selama mengikuti perlombaan,” ungkapnya. Ia berharap pencapaian saat ini menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang. “Saya ingin terus belajar dan berusaha agar bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi, baik di POSI Nasional maupun ajang-ajang olimpiade lainnya,” ujarnya.
Keberhasilan 34 santri SMP ICBS melaju ke tingkat nasional juga menjadi bukti bahwa aktivitas padat di lingkungan pesantren bukanlah penghalang untuk berprestasi. Justru melalui pembiasaan disiplin, manajemen waktu, dan pendampingan yang terstruktur, para santri mampu menyeimbangkan antara kegiatan akademik, pembinaan karakter, dan aktivitas kepesantrenan.
Ustadz Vikri menegaskan bahwa prestasi yang diraih hendaknya menjadi motivasi untuk terus berkembang, bukan alasan untuk berpuas diri. “Kami selalu mengingatkan anak-anak untuk tetap rendah hati, terus berusaha, dan menjaga konsistensi. Bagi yang hari ini sudah berprestasi, jangan cepat puas. Bagi yang belum berhasil, jangan menyerah. Setiap prestasi membutuhkan proses panjang, kerja keras, doa, dan tawakal,” pesannya.
Dengan raihan 34 medali yang mengantarkan para santri ke tingkat nasional, SMP ICBS kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam karakter dan keislaman, tetapi juga mampu bersaing dalam bidang akademik. Seluruh keluarga besar ICBS pun menaruh harapan besar agar para santri dapat memberikan penampilan terbaik pada kompetisi tingkat nasional mendatang serta terus mengharumkan nama sekolah, daerah, dan Indonesia di berbagai ajang prestasi.
