Empat Santri SMP ICBS Lolos Jambore Nasional, Siap Harumkan Nama Daerah di Tingkat Nasional

Kabar membanggakan kembali datang dari Insan Cendekia Boarding School. Sebanyak empat santri SMP ICBS berhasil lolos seleksi Jambore Nasional Pramuka setelah melalui proses seleksi yang ketat di tingkat daerah. Empat santri tersebut adalah Alfarizi Yakub, Tegar Namora Simanjuntak, Fathan Arkananta Kurniawan, dan Nakhlan Alghani. Dari jumlah tersebut, dua santri mewakili Kabupaten Limapuluh Kota dan dua lainnya mewakili Kota Payakumbuh. Keempatnya akan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional yang akan digelar di Cibubur, Jakarta pada 13–20 Agustus mendatang. Keberhasilan ini tidak diraih dengan mudah. Seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan yang menuntut kesiapan fisik, mental, serta kemampuan kepemimpinan. Dari sejumlah peserta yang mengikuti proses seleksi, hanya santri terbaik yang mampu bertahan hingga tahap akhir.
Salah satu santri, Alfarizi, mengungkapkan bahwa ia sempat tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Ia bahkan mengaku sempat merasa pesimis di tahap akhir seleksi, sebelum akhirnya mengetahui bahwa dirinya dinyatakan lolos. Rasa lelah selama proses latihan, termasuk harus mengorbankan waktu belajar dan berlatih hingga malam hari, terbayarkan dengan hasil yang membanggakan. Hal serupa juga dirasakan oleh Tegar. Ia menganggap keberhasilan ini sebagai bentuk pembuktian dari usaha yang telah dijalani. Selama proses seleksi, ia dipercaya menjadi pimpinan regu, yang menuntutnya untuk tetap berpikir jernih dan memimpin tim dalam kondisi fisik yang menurun. Tantangan tersebut justru menjadi pengalaman berharga dalam membentuk jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab.
Keduanya sepakat bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran besar para pembina dan pelatih pramuka, khususnya Sri Rezeki, yang dengan penuh dedikasi membimbing dan mendampingi santri selama proses latihan hingga seleksi. Pendampingan yang intensif serta motivasi yang terus diberikan menjadi salah satu kunci keberhasilan santri ICBS.

Kepala sekolah, Dr. Vikri Rahmaddani, S.Sos., M.A., turut menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa meskipun pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan yang dilakukan tetap serius dan terarah. Menurutnya, kepramukaan tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, serta jiwa kepemimpinan santri.
Lebih dari sekadar kompetisi, keikutsertaan dalam Jambore Nasional menjadi sarana pembelajaran yang luas. Santri tidak hanya membawa nama diri sendiri, tetapi juga nama lembaga, daerah, serta nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di pesantren.
Sebagai pesan dan motivasi, pelatih pramuka ICBS menyampaikan,
“Jadilah cikal yang bermanfaat untuk semesta, dan tetaplah menjadi santri yang senantiasa menjaga marwah ICBS dimanapun antum berada.”
Ke depan, ICBS terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada para santri yang akan melanjutkan ke tingkat nasional, baik dari segi pembinaan maupun fasilitas pendukung lainnya. Prestasi ini kembali menjadi bukti bahwa santri ICBS mampu bersaing dan berprestasi di tingkat yang lebih luas, sekaligus menegaskan komitmen ICBS dalam mewujudkan generasi yang cerdas, Islami, mandiri, dan berprestasi.
