Tim Debat ICBS Raih Juara 1 di Highlandtion SMA 1 Bukittinggi, Bukti Mental dan Kerja Tim yang Kuat

Bukittinggi – Prestasi kembali ditorehkan oleh santri Insan Cendekia Boarding School (ICBS) melalui ajang debat tingkat Sumatera Barat yang diselenggarakan dalam kegiatan Highlandtion SMA 1 Bukittinggi. Tim debat Bahasa Indonesia ICBS yang terdiri dari Muhammad Deva Junior (X.7), Azilino Arziky (X.10), dan Fatan Rizqullah Amir (X.10) berhasil meraih Juara 1 setelah melewati persaingan yang ketat melawan berbagai sekolah unggulan dari berbagai daerah.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena diraih melalui proses yang tidak mudah. Tim debat ICBS bahkan mengaku tidak menyangka bisa keluar sebagai juara. Pada babak awal, mereka sempat mengalami kekalahan yang membuat mental tim menurun. Namun perlahan, mereka mampu bangkit dan membalikkan keadaan.
Muhammad Deva Junior menceritakan bahwa salah satu tantangan terbesar mereka adalah menghadapi tim-tim yang sudah memiliki nama besar dalam dunia debat pelajar. Terlebih, persiapan menuju perlombaan terbilang sangat singkat. “Kami cuma punya waktu latihan sekitar dua hari setelah seleksi awal. Jadi awalnya benar-benar tidak menyangka bisa sampai juara. Tapi kami mencoba tetap percaya diri dan fokus mencari peluang di setiap ronde,” ujarnya. Meski dengan waktu persiapan yang terbatas, tim debat ICBS tetap menjalani latihan intensif melalui sparring debate, evaluasi performa, serta pembahasan strategi argumentasi. Mental untuk tetap tenang dan percaya diri menjadi hal yang terus mereka bangun selama perlombaan berlangsung.
Dalam kompetisi tersebut, mereka harus menghadapi berbagai mosi yang menuntut kemampuan berpikir cepat dan argumentasi yang kuat, mulai dari isu ketenagakerjaan, hubungan internasional, hingga budaya. Salah satu pertandingan paling menegangkan terjadi ketika mereka berhasil menang tipis dengan selisih satu poin melawan tim unggulan yang sebelumnya telah menorehkan prestasi di ajang lain. Menurut Deva, pengalaman tersebut memberikan pelajaran besar tentang pentingnya kepercayaan diri dalam menghadapi tekanan. “Kalau dari awal kita sudah pesimis, potensi untuk gagal juga semakin besar. Tapi ketika kita mencoba tetap tenang dan yakin dengan kemampuan sendiri, itu sangat mempengaruhi hasil akhirnya,” ungkapnya.
Di balik keberhasilan tersebut, dukungan dari ICBS menjadi bagian penting dalam perjalanan tim debat ini. Mulai dari fasilitas pelatihan, mentor internal maupun eksternal, hingga kebutuhan perlombaan seperti transportasi dan pendaftaran, seluruhnya mendapat dukungan penuh dari lembaga. “ICBS benar-benar mendukung kami. Mulai dari mentor, biaya lomba, transportasi, sampai kebutuhan selama kegiatan semuanya difasilitasi. Kami tinggal fokus latihan dan tampil maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, Ustadzah Zelvina Putri Deny, S.Pd., menjelaskan bahwa proses pembinaan debat di ICBS dilakukan secara bertahap dan konsisten. Santri tidak hanya dilatih kemampuan berbicara, tetapi juga dibiasakan berpikir kritis, menganalisis isu, membangun argumentasi, serta menyampaikan pendapat dengan baik dan terstruktur. Menurutnya, budaya belajar di lingkungan boarding school menjadi salah satu kekuatan utama santri ICBS dalam bidang debat. Lingkungan asrama membantu membangun kedekatan antartim, sekaligus membentuk mental disiplin dan kompetitif yang sehat. “Santri ICBS terbiasa hidup dalam budaya diskusi dan belajar. Mereka mampu menyampaikan argumen dengan sopan, terstruktur, tetapi tetap kuat. Selain itu, mental dan kemampuan public speaking mereka juga terus terlatih,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan debat memiliki dampak besar terhadap perkembangan karakter santri. Debat tidak hanya melatih kemampuan berbicara, tetapi juga membentuk pola pikir logis, keterbukaan terhadap perbedaan pendapat, kemampuan bekerja sama, serta rasa percaya diri.
Prestasi ini kembali menunjukkan bahwa santri ICBS mampu bersaing tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kemampuan komunikasi dan berpikir kritis. Dengan semangat kompetitif yang terus dibangun, ICBS berkomitmen untuk terus melahirkan generasi yang cerdas, Islami, mandiri, dan berprestasi.
