Seminar Internasional ICBS Bersama Universiti Putra Malaysia, Bangun Semangat Santri Menuju Kecemerlangan Diri

Semangat dan antusiasme memenuhi aula Insan Cendekia Boarding School (ICBS) dalam kegiatan seminar internasional bertajuk “Menuju Kecemerlangan Diri” yang menghadirkan pembicara utama dari Universiti Putra Malaysia, yaitu Prof. Madya Dr. Hanina Halimatusaadiah Hamsan, Timbalan Dekan Fakulti Ekologi Manusia. Seminar ini menjadi ruang baru bagi santri untuk memperluas wawasan tentang pengembangan diri, pendidikan internasional, dan kesiapan menghadapi tantangan global di masa depan.

Dalam sambutannya, Ustadz Ihsan Ahmad, Lc., M.A. menyampaikan rasa optimis dan semangat besar terhadap terselenggaranya seminar tersebut. Ia berharap pertemuan bersama akademisi dari Malaysia ini dapat menjadi salah satu pintu kesuksesan bagi para santri di masa depan. Menurutnya, bukan tidak mungkin dari para santri ICBS nantinya akan lahir generasi yang melanjutkan pendidikan hingga ke Universiti Putra Malaysia ataupun kampus internasional lainnya. Ia juga menekankan pentingnya memperluas relasi dan wawasan lintas negara agar santri tidak hanya tumbuh dalam lingkup kecil, tetapi mampu mempersiapkan diri sebagai bagian dari masyarakat dunia. Pengalaman pribadinya ketika belajar di Mesir dan berinteraksi dengan mahasiswa Malaysia, menurut beliau, menjadi salah satu hal yang membuka cakrawala berpikir dan memperluas kesadaran dirinya.
Seminar internasional ini sendiri diinisiasi oleh Ustadz Ihsan Khairan, B.Sh., M.Pd. sebagai Direktur Bahasa dan Luar Negeri ICBS, kegiatan ini adalah bagian dari upaya ICBS memperkenalkan dunia pendidikan global kepada santri sejak dini. Ia menjelaskan bahwa seminar “Menuju Kecemerlangan Diri” dihadirkan agar santri mampu mengenali potensi dirinya sekaligus mulai mempersiapkan arah masa depan, terutama di bidang pendidikan. Kehadiran narasumber dari luar negeri diharapkan mampu memberi gambaran langsung mengenai budaya akademik internasional, standar kecemerlangan diri, hingga peluang studi luar negeri, khususnya di Malaysia.
Menurut Ustadz Ihsan Khairan, pengembangan diri menjadi hal yang sangat penting bagi santri saat ini. ICBS tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kemandirian, dan daya saing global. Karena itu, seminar ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat agar santri mulai mempersiapkan kemampuan akademik, bahasa, mental, dan potensi diri sejak sekarang. Ia juga mengingatkan agar ilmu dan motivasi yang diperoleh dari seminar tidak berhenti di ruang seminar saja, melainkan benar-benar diterapkan dalam perencanaan masa depan mereka.
Sementara itu, Prof. Madya Dr. Hanina Halimatusaadiah Hamsan dalam pemaparannya banyak menekankan pentingnya memahami makna “kecemerlangan” bagi diri sendiri. Menurutnya, setiap pelajar harus memiliki tujuan hidup yang jelas agar proses belajar tidak sekadar menjadi rutinitas. Ia menjelaskan bahwa ketika seorang santri memahami alasan mengapa ia belajar dan apa yang ingin dicapainya, maka pengaruh-pengaruh negatif akan lebih sulit mempengaruhi dirinya. Dari situlah perilaku dan cara berpikir akan berkembang secara lebih baik dan terarah.
Prof. Hanina juga menyoroti tantangan besar generasi muda saat ini, terutama tantangan dari dalam diri sendiri. Banyak pelajar, menurutnya, menjalani pendidikan tanpa benar-benar memahami tujuan yang ingin dicapai. Adapun perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), perubahan geopolitik, dan perkembangan global lainnya bukanlah ancaman utama, melainkan tantangan yang harus dihadapi dengan kemampuan beradaptasi. Ia mengibaratkan santri seperti air yang mampu menyesuaikan diri dengan wadahnya tanpa kehilangan jati dirinya. “Santri harus mampu beradaptasi, tetapi tidak kehilangan nilai dan prinsip hidupnya,” ungkapnya.
Di hadapan para santri, Prof. Hanina juga menyampaikan apresiasi terhadap lingkungan dan suasana belajar di ICBS. Meski kunjungannya berlangsung singkat, ia melihat antusiasme dan sikap para santri cukup positif dan berbeda dibandingkan sekolah lain yang pernah ia kunjungi. Bahkan, menurutnya, ICBS merupakan salah satu sekolah boarding terbaik yang pernah ia temui.
Kesan mendalam seminar ini juga dirasakan oleh Nazhif Irham Alif, santri kelas XI asal Kota Medan. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru, terutama mengenai kehidupan kampus dan budaya akademik di Malaysia. Nazhif merasa seminar tersebut membuka pandangannya tentang peluang melanjutkan studi ke luar negeri. Ia bahkan mulai menargetkan untuk melanjutkan pendidikan ke Universiti Putra Malaysia setelah tamat dari ICBS. Ketertarikannya terhadap dunia kedokteran hewan yang diperkenalkan dalam seminar semakin memperkuat semangatnya untuk mencoba suasana dan pengalaman belajar baru di luar Indonesia.
Melalui seminar internasional ini, ICBS kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik dan keislaman, tetapi juga pada kesiapan santri menghadapi dunia global. Sejalan dengan visi “Mewujudkan Generasi yang Cerdas, Islami, Mandiri, dan Berprestasi”, seminar “Menuju Kecemerlangan Diri” menjadi langkah nyata dalam membuka cakrawala santri agar berani bermimpi lebih besar, melangkah lebih jauh, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam di tengah perkembangan dunia yang terus berubah.
