BONSiMi Antar Santri ICBS Harau Tembus FIKSI Nasional 2026, Inovasi Siput Sawah Minangkabau Jadi Produk Bernilai Tinggi

Lima Puluh Kota, Humas ICBS – Ikhtiar panjang yang dimulai sejak Februari 2026 akhirnya membuahkan hasil membanggakan. Dua santri Pondok Pesantren Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Harau berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional setelah lolos pada Tahap II Nasional Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026, sebuah ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Menengah Republik Indonesia.
Prestasi tersebut diraih melalui sebuah inovasi produk pangan bernama BONSiMi (Abon Siput Minangkabau), karya Fairuz Ahza Rahmani Alri dan Azilino Arziky, santri kelas XI.11 ICBS Harau.
BONSiMi merupakan inovasi olahan abon berbahan dasar siput sawah khas Minangkabau yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui kreativitas, riset, dan semangat kewirausahaan, keduanya berhasil mengubah potensi lokal tersebut menjadi produk pangan bergizi, bercita rasa khas, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Inspirasi BONSiMi lahir dari hal sederhana. Setiap hari mereka melihat hamparan sawah di sekitar lingkungan pesantren yang dipenuhi siput sawah. Selama ini, siput hanya diolah menjadi gulai oleh sebagian masyarakat. Dari pengamatan tersebut muncul gagasan untuk menghadirkan inovasi baru dengan mengolahnya menjadi abon yang lebih praktis, tahan lama, bernilai jual, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Minangkabau kepada masyarakat yang lebih luas.
Pimpinan Pondok Pesantren Insan Cendekia Boarding School Harau, H. Ihsan Ahmad, mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas capaian yang diraih para santri.
Menurutnya, perjalanan menuju tingkat nasional bukanlah proses yang singkat. Para peserta harus melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat hingga mampu bersaing dengan peserta dari SMA, SMK, dan MA terbaik dari seluruh Indonesia.
“Ajang FIKSI terdiri atas beberapa tahapan seleksi. Dimulai dari seleksi administrasi, penilaian ide dan proposal bisnis yang diunggah melalui portal resmi. Selanjutnya peserta mengikuti seleksi lanjutan berupa penilaian kematangan purwarupa, laporan perkembangan usaha, serta pengembangan produk. Alhamdulillah, ananda kita berhasil melangkah hingga Tahap II Nasional,” jelas Ihsan.
Ia menambahkan bahwa keikutsertaan santri dalam FIKSI merupakan implementasi nyata dari kurikulum berbasis kreativitas, riset, dan kewirausahaan yang diterapkan di ICBS.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Di ICBS, kami meyakini bahwa ibadah yang kuat, adab yang mulia, dan akhlak yang baik merupakan fondasi utama. Di atas fondasi itulah kami membangun budaya berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan solutif.”
Lebih lanjut, Ihsan menegaskan bahwa lahirnya BONSiMi menunjukkan bagaimana santri mampu membaca potensi daerah, kemudian mengolahnya menjadi karya yang memiliki daya saing di tingkat nasional.
“Pesantren modern harus mampu melahirkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Santri tidak cukup hanya memiliki kecerdasan spiritual dan akhlakul karimah, tetapi juga harus mampu melakukan hilirisasi ide menjadi produk nyata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” ujarnya.
Perjalanan BONSiMi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota bersama UPTD Promosi Payakumbuh turut memberikan pendampingan dalam memperkenalkan produk tersebut kepada masyarakat.
Bahkan, setelah dipromosikan melalui UPTD Promosi Payakumbuh, inovasi BONSiMi mulai menarik perhatian media nasional. Tim RCTI pun melakukan kunjungan ke Kampus ICBS Harau untuk mendokumentasikan proses pembuatan BONSiMi sekaligus aktivitas para santri sebagai bagian dari liputan inovasi karya generasi muda Indonesia.
Menutup keterangannya, H. Ihsan Ahmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembimbing, guru, tenaga kependidikan, serta semua pihak yang telah mendampingi perjalanan para santri sejak tahap awal hingga berhasil menembus tingkat nasional.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus berkarya, terus belajar, dan terus menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemajuan Indonesia. Teruslah rendah hati, dan jangan pernah berhenti berinovasi,” pesannya.
Pada kegiatan pengambilan video demonstrasi produk BONSiMi, para santri turut didampingi oleh Pimpinan ICBS,tenaga pendidik dan tenaga kependidikan ICBS Harau, di antaranya Ustad. Roni Patihan, Ustad. Ari Andesfi , Ustad.Ismail Saleh, dan Ustdzah. Nurhayati Sakinah.
Prestasi BONSiMi menjadi bukti bahwa ketika nilai-nilai keislaman dipadukan dengan ilmu pengetahuan, kreativitas, serta kepedulian terhadap potensi lokal, akan lahir karya-karya yang tidak hanya membanggakan pesantren, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan mengharumkan nama Kabupaten Lima Puluh Kota di tingkat nasional.
