Delapan Santri ICBS Siap Harumkan Daerah pada Jambore Nasional XII 2026

Delapan santri Insan Cendekia Boarding School (ICBS) resmi dipercaya menjadi bagian dari kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Mereka terdiri atas empat santri yang mewakili Kabupaten Lima Puluh Kota dan empat santri yang mewakili Kota Payakumbuh, setelah melalui proses seleksi dan pembinaan yang panjang sebelum akhirnya dinyatakan lolos menuju ajang kepramukaan terbesar tingkat nasional tersebut. Bagi kontingen Kabupaten Lima Puluh Kota, pelepasan resmi dilaksanakan oleh Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, pada Senin (3/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan pesan agar seluruh peserta menjadikan Jambore Nasional sebagai ruang belajar untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada daerah. “Jadikan Jamnas sebagai ruang belajar, mengasah kepemimpinan, memperluas persahabatan, dan memperkaya pengalaman. Serap setiap ilmu, bangun jejaring, lalu pulang dengan semangat baru untuk ikut membangun daerah,” pesan Bupati Safni Sikumbang.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Lima Puluh Kota sekaligus Ketua PMI Kabupaten Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, S.H., M.M., mengingatkan agar para peserta tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai generasi yang siap membawa nama baik daerah. “Ananda semua adalah putra-putri terbaik Kabupaten Lima Puluh Kota. Tunjukkan disiplin, karakter, kekompakan, dan kemampuan terbaik kalian. Jangan hanya hadir sebagai peserta, tetapi hadir sebagai pejuang yang siap mengukir prestasi,” ungkapnya.
Jambore Nasional XII Tahun 2026 sendiri akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, dengan mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Sebanyak 80 peserta inti dari Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, termasuk delapan santri ICBS yang dipercaya menjadi bagian dari kontingen daerah. Sementara itu, para peserta dari Kabupaten Lima Puluh Kota telah menjalani 12 tahap Training Center (TC) sejak April hingga Agustus 2026 sebagai bekal teknis, fisik, dan mental sebelum keberangkatan.
Ketua Pramuka Komplek Global ICBS sekaligus pelatih kontingen, Ustadz Mustamir, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa keberhasilan para santri lolos menuju Jambore Nasional bukanlah hasil yang diraih secara instan. Menurutnya, seluruh peserta harus melalui proses seleksi yang ketat dengan berbagai tahapan penilaian. “Alhamdulillah, proses ini tidak singkat dan tidak mudah. Kami mengamati kedisiplinan, keaktifan dalam kegiatan Pramuka, kemampuan fisik, kepemimpinan, hingga konsistensi ibadah dan akhlak sehari-hari. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, para calon peserta mengikuti pembinaan intensif selama beberapa bulan. Delapan santri yang akhirnya terpilih adalah mereka yang menunjukkan perkembangan paling baik, paling tangguh, dan paling bertanggung jawab,” jelasnya.
Selama masa pembinaan, para santri tidak hanya dibekali keterampilan kepramukaan seperti baris-berbaris, navigasi, pertolongan pertama, memasak di alam terbuka, hingga kemampuan berkomunikasi di depan umum. Lebih dari itu, pembinaan juga menitikberatkan pada pembentukan karakter. Ustadz Mustamir menjelaskan bahwa seluruh proses pembinaan dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu iman, ilmu, dan amal. Menurutnya, kemampuan teknis memang penting, tetapi akhlak tetap menjadi fondasi utama yang harus dimiliki setiap santri. “Keterampilan bisa dipelajari, tetapi akhlak harus dibangun sejak awal. Kami membiasakan mereka menjaga shalat lima waktu, berbicara santun, jujur, saling menghargai, membantu tanpa diminta, serta tetap rendah hati meskipun memiliki kemampuan yang baik,” tuturnya.
Karakter inilah yang, menurut beliau, menjadi pembeda santri ICBS dibandingkan peserta lainnya. Bukan semata-mata karena kecerdasan atau kemampuan fisik, melainkan karena keteguhan iman, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat persaudaraan yang telah dibentuk melalui kehidupan di pesantren. “Kami ingin mereka dikenal sebagai duta akhlak. Mereka bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi juga membawa nilai-nilai yang selama ini ditanamkan di ICBS. Ketika diberi amanah, mereka menyelesaikannya dengan penuh tanggung jawab. Itulah yang menjadi kepercayaan hingga akhirnya mereka dipercaya mewakili daerah,” ujarnya. Menjelang keberangkatan menuju Cibubur, para pembina juga terus mengingatkan agar para santri senantiasa menjaga ibadah, akhlak, kekompakan, serta menjadi teladan di mana pun berada. “Kami selalu berpesan, ke mana pun kalian pergi jagalah ibadah, jagalah akhlak, tetap rendah hati, jadilah teladan, dan kuatkan persaudaraan. Ingatlah bahwa nama ICBS bukan sekadar nama, tetapi sebuah amanah yang harus dijaga,” pesan Ustadz Mustamir.
Di akhir wawancara, beliau menyampaikan doa dan harapan agar seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan selama mengikuti rangkaian kegiatan Jambore Nasional. “Kami sangat bangga, namun kebanggaan terbesar kami bukanlah karena mereka mewakili sekolah, melainkan karena mereka adalah anak-anak yang mencintai Allah, mencintai sesama, dan bersungguh-sungguh ingin menjadi pribadi yang bermanfaat. Semoga mereka pulang bukan hanya membawa prestasi, tetapi juga pengalaman, persahabatan, dan menjadi pribadi yang lebih baik daripada saat mereka berangkat,” pungkasnya.
Keikutsertaan delapan santri ICBS pada Jambore Nasional XII 2026 kembali menunjukkan komitmen ICBS dalam membina generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, jiwa pengabdian, serta keterampilan hidup yang kuat. Sejalan dengan visi “Terwujudnya Generasi yang Cerdas, Islami, Mandiri, dan Berprestasi,” ICBS terus menghadirkan ruang pembinaan yang mempersiapkan santri menjadi generasi yang siap berkarya, mengabdi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan negara.
