SMP ICBS Raih Juara Umum 2 dan Juara Umum 3 pada POSI Junior Science Olympiad 2026

Semangat belajar, pembinaan yang terarah, serta kerja keras para santri kembali membuahkan hasil yang membanggakan. Pada ajang POSI Junior Science Olympiad (JSO) 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI), SMP ICBS berhasil meraih Juara Umum 2 dan Juara Umum 3 tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih melalui perolehan medali dari berbagai cabang olimpiade yang diikuti oleh ribuan peserta dari 31 provinsi di Indonesia. Capaian ini menjadi bukti bahwa budaya akademik yang dibangun di lingkungan SMP ICBS terus melahirkan santri-santri yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Pada cabang Matematika, santri SMP ICBS berhasil meraih satu medali perak melalui Zaki Manggala Wirga Inawan serta dua medali perunggu yang diraih Muhammad Gazali dan Abdurrahman Hanif Ash-Shiddqy. Di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Muhammad Farras Fatik berhasil mempersembahkan medali emas, disusul Fayyadh Zhafran Aqila dan Muhammad Fairuz yang meraih medali perak, serta Luvena Neysa yang memperoleh medali perunggu. Prestasi juga diraih pada cabang Bahasa Inggris melalui Fatihah Rizqina yang berhasil membawa pulang medali perak. Sementara pada cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), santri SMP ICBS menunjukkan hasil yang sangat membanggakan dengan raihan dua medali emas melalui Alby Pratama dan Areej Raissa Azhar, tiga medali perak yang diraih Davin Azka Hamizan, Muzammil, dan Mahir Hatta Mahadana, serta dua medali perunggu melalui Musa El Nushair Rusydi dan Habibi Tsaqib Mulia.
Kepala SMP ICBS, Ustadz Tolan, S.Pd., Gr, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurut beliau, keberhasilan meraih Juara Umum 2 dan Juara Umum 3 merupakan kebanggaan besar bagi seluruh keluarga besar ICBS karena diperoleh melalui perjuangan para santri dalam kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. “Alhamdulillah, rasa bangga, haru, dan bahagia tentu kami rasakan ketika ICBS dipercaya meraih Juara Umum 2 dan Juara Umum 3 pada POSI Junior Science Olympiad tingkat nasional,” ungkap beliau.
Menurut Ustadz Tolan, keberhasilan tersebut tidak lahir secara instan. Selain tekad yang kuat dari setiap santri untuk memberikan hasil terbaik, sekolah juga menyiapkan proses pembinaan yang terstruktur. Para guru memberikan pendalaman materi, melatih kemampuan analisis soal, serta membimbing santri agar mampu memahami karakteristik setiap kompetisi yang diikuti. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pembinaan dilakukan secara bertahap melalui pendampingan guru pembimbing, penyelesaian modul-modul yang diberikan oleh tim POSI, hingga penguatan mental bertanding. Santri dibiasakan memiliki sikap optimis, serius, pantang menyerah, serta berani mengambil peluang untuk menjadi yang terbaik. Di samping itu, sekolah juga terus melakukan evaluasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga bimbingan belajar, baik secara daring maupun luring, guna memperkuat kesiapan akademik para peserta. “Makna yang ingin kami bangun adalah bahwa setiap santri memiliki kesempatan untuk berprestasi. Apa pun bidangnya, selama ada kemauan untuk berusaha dan terus belajar, insya Allah prestasi itu bisa diraih,” jelasnya.
Salah seorang peraih medali perak pada cabang IPA, Mahir Hatta Mahadana, santri asal Bungo, Jambi, mengaku sangat bersyukur atas capaian yang berhasil diraihnya. Ia menuturkan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan penuh orang tua dan sekolah yang terus memberikan motivasi serta pembinaan secara intensif selama masa persiapan. Di balik prestasi tersebut, Mahir juga harus mampu membagi waktu antara belajar, mengikuti kegiatan asrama, serta menjalani berbagai program latihan yang telah disiapkan sekolah. Menurutnya, kemampuan mengatur waktu menjadi tantangan terbesar selama mengikuti proses pembinaan menuju kompetisi nasional. Meski demikian, dukungan yang diberikan guru pembimbing, sekolah, dan keluarga membuatnya tetap bersemangat untuk terus berkembang. Baginya, prestasi yang diraih saat ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengikuti berbagai kompetisi lainnya.
Keberhasilan SMP ICBS pada POSI Junior Science Olympiad 2026 kembali menegaskan komitmen sekolah dalam membangun budaya prestasi yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembinaan yang berkelanjutan. Melalui sinergi antara santri, guru, orang tua, dan seluruh unsur sekolah, SMP ICBS terus berupaya melahirkan generasi yang siap bersaing, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi terbaik di berbagai bidang. Sejalan dengan visi ICBS, setiap capaian yang diraih merupakan bagian dari ikhtiar lembaga untuk menghadirkan generasi yang cerdas, Islami, mandiri, dan berprestasi, yang tidak hanya unggul di tingkat sekolah maupun nasional, tetapi juga siap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.
