Santri SMP ICBS Borong Prestasi FLS3N Tingkat Kota dan Kabupaten

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri SMP ICBS dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kota dan kabupaten tahun 2026. Melalui berbagai cabang lomba seni dan kreativitas, para santri berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan membawa pulang sejumlah penghargaan membanggakan dari berbagai kategori perlombaan. Pada tingkat kabupaten, santri SMP ICBS berhasil meraih sejumlah prestasi gemilang. Pada cabang Menulis Cerpen, santri SMP ICBS berhasil meraih dua posisi terbaik sekaligus, yakni Juara 1 oleh Faiza Anggita Rizaldy asal Jambi dan Juara 2 oleh Wafa Thahirah Haryadi. Sementara pada cabang Solo Song, Faiza Fiqratuha asal Kepulauan Meranti juga berhasil meraih Juara 1 setelah tampil memukau di tingkat kabupaten. Adapun pada cabang Ilustrasi, Alzena Safa Aprolia berhasil meraih Juara 3. Prestasi lainnya juga diraih pada cabang Pantomim, melalui pasangan M. Alif Alfarisi Bahari dan Luqman Afif Alfarizqi yang meraih Harapan 1, serta Aisyah Qanita Putri Efendi dan Resya Ulima Azmi yang berhasil meraih Harapan 3. Sementara itu, pada ajang FLS3N tingkat Kota Payakumbuh, santri SMP-IT ICBS Payakumbuh juga turut menorehkan prestasi membanggakan. Pada cabang Menulis Cerpen, Thariq Ziyadi Rusydi berhasil meraih Harapan 3. Pada cabang Ilustrasi, Nasywa Shabrina Zahra berhasil meraih Juara 3. Kemudian pada cabang Pantomim, pasangan Daryl Gibran Albymi dan Miftahul Alif berhasil meraih Harapan 2, serta pada cabang Mendongeng, Chairi Azmi Athifa berhasil meraih Harapan 1.

Kepala sekolah, Ustadz Tony Yuli Hendra, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian para santri. Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil dari proses pembinaan minat dan bakat yang dilakukan secara intensif oleh sekolah bersama para guru pembina. “Prestasi adalah hasil dari proses asah dan asuh. Ketika minat dan bakat santri dikembangkan dengan baik, maka akan melahirkan kreativitas, inovasi, dan pada akhirnya menjadi sebuah prestasi,” ungkap beliau. Ia menjelaskan bahwa sekolah terus berupaya menghadirkan pembinaan terbaik dengan melibatkan guru-guru yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing. Bahkan, dalam beberapa bidang tertentu, sekolah juga melibatkan pihak profesional untuk membantu pengembangan kemampuan santri.
Salah satu santri yang menjadi sorotan adalah Faiza Anggita Rizaldy asal Jambi, peraih Juara 1 cabang Menulis Cerpen. Menariknya, ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba menulis. Ia mengaku sempat tidak menyangka bisa meraih juara. “Awalnya benar-benar tidak expect. Ini pertama kali saya ikut lomba menulis, jadi rasanya bangga sekali sama diri sendiri,” tuturnya. Dalam proses persiapan, Faiza mengaku harus menghabiskan banyak waktu untuk membaca kembali dan memperbaiki draft cerpennya. Ia bahkan harus menyusun ulang cerita agar tetap padat tanpa menghilangkan inti dan pesan yang ingin disampaikan. Inspirasi cerpen yang ditulisnya berasal dari keresahan terhadap kehidupan generasi muda saat ini yang mulai jauh dari tradisi akibat perkembangan dunia digital. Melalui tulisannya, ia berharap bisa menyampaikan pesan dan refleksi kepada pembaca seusianya.
Sementara itu, perjuangan juga dirasakan oleh Faiza Fiqratuha asal Kepulauan Meranti pada cabang Solo Song. Ia mengaku proses latihan yang dijalani cukup berat karena harus membagi waktu antara sekolah dan latihan vokal yang berlangsung hampir sepanjang hari. “Latihannya dari pagi, siang, sore, sampai malam. Jadi memang fokusnya benar-benar untuk latihan,” ujarnya. Tidak hanya latihan teknik vokal, ia juga harus menjaga kondisi suara dengan disiplin. Keinginan untuk menikmati jajanan favorit seperti es krim atau gorengan harus ditahan demi menjaga kualitas suara saat tampil di lomba. Menurutnya, dukungan dari sekolah dan para pembina menjadi salah satu faktor terbesar yang membuat dirinya mampu bertahan selama proses latihan. Para pembina rela mendampingi hingga larut malam, memperhatikan kondisi kesehatan, hingga membantu memenuhi kebutuhan yang menunjang performa bernyanyi. “Ustadz dan ustadzah sangat mendukung. Saya dibimbing sampai malam, dijaga pola makan, bahkan dibelikan jahe, kencur, dan buah-buahan supaya suara tetap terjaga,” ungkapnya.
Baik Faiza Anggita maupun Faiza Fiqratuha sama-sama memiliki harapan untuk terus berkembang dan melangkah hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka ingin menjadikan prestasi ini sebagai awal untuk terus mengasah kemampuan dan mencoba berbagai peluang baru di bidang yang mereka minati. Ustadz Tony menegaskan bahwa melalui ajang-ajang seperti FLS3N, sekolah tidak hanya mengejar kemenangan semata, tetapi juga ingin membangun karakter santri agar mampu menghargai proses, disiplin, istiqamah, dan berani mengembangkan potensi diri.
Prestasi yang diraih para santri ini kembali menjadi bukti bahwa Insan Cendekia Boarding School terus berkomitmen memberikan ruang bagi santri untuk berkembang, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Hal ini sekaligus selaras dengan visi ICBS dalam mewujudkan generasi yang cerdas, Islami, mandiri, dan berprestasi.
