• Home
  • About us
  • SMP
  • SMA
    • Alumni
  • Rekrutmen
  • Prestasi
    • Profil Guru Berprestasi
    • Profil Siswa Berprestasi
    • Kolom Guru
  • Contact us
  • PPDB
  • Pustaka
  • News
    • Galery
    • Tabloid
      (+62)8116699102    info@icbs.sch.id
    PPDB
    ICBS
    • Home
    • About us
    • SMP
    • SMA
      • Alumni
    • Rekrutmen
    • Prestasi
      • Profil Guru Berprestasi
      • Profil Siswa Berprestasi
      • Kolom Guru
    • Contact us
    • PPDB
    • Pustaka
    • News
      • Galery
      • Tabloid

      Kolom Guru

      Home » Pembinaan Adat Minangkabau Kepada Siswa ICBS Payakumbuh 

      Pembinaan Adat Minangkabau Kepada Siswa ICBS Payakumbuh 

      • Posted by Rahmadi, S.Pd, Gr
      • Date 28 October, 2024

      Sebuah kesempatan besar  bagi santriwan  dan santriwati SMP IT Insan Cendekia Boarding School  Payakumbuh untuk mengenal, memahami, menggali dan mempraktikkan “Adat basandi syarak – syarak basandi kitabullah” langsung dari praktisinya. Pada kesempatan kali ini SMP IT ICBS di kunjungi oleh H. Damardas, S.Pd Dt. Mangun Nan Putiah dalam sebuah agenda bertajuk niniak mamak masuk sekolah untuk memperkenalkan serta mengedukasi santriwan  dan santriwati yang merupakan calon penerus dan pemimpin masa depan bangsa.

      Bertempat di komplek putra Padang Kaduduk, santriwan  dan santriwati  SMP IT ICBS begitu menikmati dan meresapi setiap nasehat yang disampaikan oleh Dt. Mangun Nan Putiah. Tidak jarang datuak ba pantun, ba sisampiang , ba umpamo dan ma ibarat kan sesuatu dalam menyampaikan materinya serta gurauan kecil untuk mencairkan kebekuan suasana belajar agar lebih interaktif.  Dalam petatah petitihnya yang kaya akan nasehat itulah H. Damardas, S.Pd Dt. Mangun Nan Putiah yang juga berlatar belakang seorang pendidik (guru, kepala sekolah  dan terakhir menjadi pengawas satuan pendidikan)  menekankan pentingnya sopan santun dalam pergaulan sehari hari. Etika dalam bergaul ini seyogyanya ditanamkan kepada generasi muda bahkan mulai sejak dini.

      Selama 4 hari berturut-turut (mulai dari hari rabu  tanggal 23 s/d hari sabtu tanggal 26 oktober 2024) santriwan  dan santriwati  terpilih mengikuti kegiatan pembinaan ini. Rangkuman materi yang telah diterima oleh santriwan  dan santriwati  ICSB sebagai berikut :

      A. Ukua jangko nan salapan dalam adat yaitu (nak luruih rantangi tali, nak tinggi naiakkan budi, nak haluih baso jo basi, nak mulia tapati janji, nan elok lapangkan hati, nak kokoh paham di kunci, nak labo bueklah rugi dan nak kayo kuek mancari).

      B. Kato nan Ampek, yaitu kato mandaki, kato mandata, kato manurun, dan kato malereang.

      1. Kato mandaki adalah bagaimana kita berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita. berbicara dengan orang yang lebih tua pun haruslah penuh sopan santun dan beradat, tidak boleh menggunakan nada tinggi serta menggunakan kata kasar ketika berbicara dengan orang yang lebih tua. Contoh orang yang lebih tua yaitu orang tua, guru, niniak mamak, dan lainnya.
      2. Kato mandata adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan orang yang sebaya atau orang yang seumuran dengan kita. Selain kepada teman, penggunaan kato mandata juga digunakan kepada orang yang status sosialnya sama dengan kita. Kato mandata dapat digunakan kepada teman sekolah, teman mengaji, dan lainnya.
      3. Kato manurun adalah bagaimana caranya kita berkomunikasi dengan orang yang lebih muda. Berbicara dengan orang yang lebih muda pun harus dengan lembut dan dapat menuntun ke arah yang lebih baik. Contoh penggunaannya yaitu adalah orang tua kepada anaknya, guru kepada muridnya, atau mamak (paman) kepada kemenakannya (keponakan).
      4. Kato malereang adalah bagaimana cara kita untuk berkomunikasi dengan orang yang dirasa janggal untuk berterus terang dalam mengungkapkan pikiran atau perasaan secara gamblang. Contoh penggunaan dari kato malereang adalah seperti mertua kepada menantunya.
      5. Penggunaan kato nan ampek seharusnya senantiasa digunakan setiap harinya guna menghindari diskomunikasi. Apabila seseorang seringkali tidak menerapkan kato nan ampek, maka orang tersebut bisa dicap sebagai orang nan indak tahu dek nan ampek yang memiliki arti orang yang tidak tahu akan yang empat.

      C. Sistem kekerabatan minangkabau. Sistem kekerabatan di Minangkabau adalah matrilineal, yaitu mengikuti garis keturunan ibu. (nenek, ibu dan anak perempuan). Sistem kekerabatan matrilineal ini memiliki kekuatan yang menjadikannya salah satu faktor yang membuat masyarakat Minangkabau memiliki kohesi yang tinggi. Perempuan Minangkabau memiliki derajat yang tinggi dan memegang peran sentral dalam struktur kekeluargaan. Sistem matrilineal ini juga memudahkan perempuan untuk mengelola harta warisan yang ada di kampung, seperti sawah, ladang, dan rumah gadang.

      D. Sumbang menurut adat (sumbang nan 12). Sumbang merupakan segala sesuatu yang salah dan melanggar ketentuan dari adat terutama terkait dengan norma kesopanan. Jadi Sumbang 12 dapat diartikan sebagai 12 larangan yang tidak boleh dilakukan oleh perempuan Minangkabau. Yaitu : sumbang duduk, sumbang tagak, sumbang bajalan, sumbang bakato, sumbang mancaliak, sumbang makan, sumbang berpakaian, sumbang karajo, sumbang batanyo, sumbang manjawek, sumbang bergaul dan sumbang kurenah.

      Selanjutnya dilakukan juga praktek ba alua. Masing-masing santri dibekali sebuah teks (berwarna untuk menandai peran) berisi tutur kata yang diucapkan saat alua pasambahan (kata-kata persembahan).  Pada sesi praktek santriwan  dan santriwati  ICBS  membentuk  kelompok untuk mendemonstrasikan “Alua pasambahan makan ala Payokumbuh”  .

      Dalam presentasinya Dt. Mangun Nan Putiah menggunakan strategi yang menarik, karena beliau mengerti betul situasi dan kondisi audiens yang masih remaja. Seperti komentar Michaela Putri Lendari & Sarah Intania Handini  berikut ini “Belajarnya asyik dan materi yang disampaikan sangat bermanfaat. Ana belajar banyak tentang adab-adab dalam pergaulan, etika yang mulai terkikis dari generasi muda. Trus… ada juga materi tentang kenapa kaum ibu di Minang Kabau memiliki nilai lebih, silsilah kekerabatan yang matrilinear yang mengikuti suku ibu. Lalu… jika ada yang kurang ana fahami Dt. Mangun Nan Putiah  juga memberikan contoh yang real dan diumpamakan.”

      Di akhir sesi Dt. Mangun Nan Putiah berujar bahwa adat ini harus diperkenalkan kepada generasi muda, diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta kehidupan sosial masyarakat yang harmonis. Berpahala dan menjadi amal jariah pula bagi yang menyampaikannya. Dalam kehidupan ini Agama Islam dan Adat Minang Kabau itu saling mengokohkan “Bak aua jo tobiang, sanda manyanda ka duonyo. Aua indak tumbang, tobiang indak runtuah”. Jika ada kebiasan  yang  tidak sejalan dengan agama disebut adat yang terlarang/mantaniak seperti mangguntiang dalam lipatan, ba judi jo ba ompok, ma adu sabuang ayam. Ini lah perangai yang harus dijauhi khususnya oleh generasi muda. Dt. Mangun Nan Putiah juga mengabarkan bahwa beberapa bulan lagi akan digelar lomba cerdas cermat budaya & lomba alua pasombahan.

      Guru pendamping kegiatan ini ustad M. Raidatul Azmi, S.H.I yang selalu setia dan bersemangat membersamai santri mengungkapkan bahwa pengenalan adat kepada generasi muda ini sangat diperlukan, kalau bisa juga diadakan semacam pelatihan untuk guru-guru agar adat dan budaya Minangkabau ini tetap bisa lestari.

      Tag:#BelajarBersama, #BoardingSchool, #CintaIlmu, #GenerasiCendekia, #InsanCendekiaPayakumbuh, #IslamicBoardingSchool, #KegiatanSiswa, #PendidikanBerkualitas, #PendidikanKarakter, #PPDB, #santri, #santrijuara, #SekolahIslam, #tahfidz, education, ICBS, juara, pesantren, prestasi

      • Share:
      author avatar
      Rahmadi, S.Pd, Gr

      Previous post

      Pembelajaran Aktif: Aksi Kolaborasi Teknologi Inovatif Fleksibel
      28 October, 2024

      Next post

      Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2024
      28 October, 2024

      You may also like

      penyesalan
      PENYESALAN
      28 March, 2025
      kampung (Custom)
      Memaksimalkan Ibadah Puasa: Tiga Ibadah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan yang Berkala
      22 March, 2025
      guru
      Training Bersama PPA Institute: Bekerja Bahagia dengan Cinta dan Harmoni
      21 March, 2025

      Informasi terbaru

      • RASA MALAS ITU UJIAN, BUKAN ALASAN!
      • Prestasi Gemilang di PAI FAIR 2025: Dua Santri ICBS Raih Juara 2 Nasional
      • Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh Salurkan Misi Kemanusiaan ke Jorong Kampuang Tangah, Nagari Salareh Aie Timur, Kecamatan Palambayan, Kabupaten Agam
      • SEHELAI DAUN PUN JATUH DALAM PENGETAHUAN-NYA 🍃
      • AMANAH TERSAMPAIKAN: PENYALURAN BANTUAN TAHAP II ICBS PEDULI
      • AL-QUR’AN: PERISAI HATI & PENJAGA SETIAP LANGKAH

      Archives

      • December 2025 (10)
      • November 2025 (22)
      • October 2025 (13)
      • September 2025 (30)
      • August 2025 (25)
      • July 2025 (26)
      • June 2025 (16)
      • May 2025 (15)
      • April 2025 (22)
      • March 2025 (27)
      • February 2025 (37)
      • January 2025 (33)
      • December 2024 (31)
      • November 2024 (20)
      • October 2024 (13)
      • September 2024 (12)
      • August 2024 (10)
      • July 2024 (7)
      • June 2024 (1)
      • May 2024 (18)
      • April 2024 (2)
      • March 2024 (7)
      • February 2024 (10)
      • January 2024 (19)
      • December 2023 (21)
      • November 2023 (25)
      • October 2023 (16)
      • September 2023 (18)
      • August 2023 (24)
      • July 2023 (25)
      • June 2023 (19)
      • May 2023 (10)
      • April 2023 (7)
      • March 2023 (9)
      • February 2023 (4)
      • January 2023 (1)
      • December 2022 (3)
      • November 2022 (5)
      • October 2022 (3)
      • September 2022 (1)
      • August 2022 (8)
      • July 2022 (2)
      • April 2022 (1)
      • February 2022 (1)
      • January 2022 (1)
      • December 2021 (1)
      • November 2021 (3)
      • October 2021 (2)
      • September 2021 (1)
      • June 2021 (2)
      • April 2021 (3)
      • February 2021 (1)
      • January 2021 (3)
      • December 2020 (4)
      • November 2020 (7)
      • October 2020 (6)
      • September 2020 (1)
      • July 2020 (2)
      • June 2020 (3)
      • May 2020 (1)
      • March 2020 (1)
      • February 2020 (5)
      • January 2020 (4)
      • December 2019 (7)
      • November 2019 (10)
      • October 2019 (2)
      • September 2019 (10)
      • August 2019 (6)
      • July 2019 (7)
      • June 2019 (7)
      • May 2019 (8)
      • April 2019 (10)
      • March 2019 (10)
      • February 2019 (11)
      • January 2019 (13)

      Categories

      • ALUMNI (89)
      • Birrulwalidain (6)
      • charity (12)
      • Daurah Bahasa (11)
      • HUT RI 79 (2)
      • ICBS Global (3)
      • ICBS Harau (6)
      • ICBS Lampasi (3)
      • ICBS PDK (3)
      • Informasi PSB (28)
      • Kegiatan Sekolah (245)
      • Kolom Guru (51)
      • Kolom Santri (3)
      • MPLS (3)
      • Prestasi Guru (14)
      • Prestasi Siswa (326)
      • profil siswa berprestasi (48)
      • Quote (3)
      • Ramadhan 1445 H (6)
      • Terbaru (86)

      GET IT ON

      Yayasan Insan Cendekia

      Jln. RA Kartini, Payakumbuh Utara. Kota Payakumbuh, Sumatera Barat

          (+62)8116699102

           info@icbs.sch.id

            icbspayakumbuhofficial

      LINKS

      Tentang Kami
      Find us
      SMP
      SMA
      PPDB
      Achievement
      Alumni

      FIND US

      INSAN CENDEKIA BOARDING SCHOOL

      YAYASAN INSAN CENDEKIA - ICBS PAYAKUMBUH